Kapolres Mojokerto AKBP Ihram Kustarto meninjau jalur turunan ekstrem Pacet yang mulai mengalami kepadatan (Foto : Nana/mili.id)
Mojokerto - Jalur ekstrem Pacet menuju Kota Batu menjadi perhatian khusus Polres Mojokerto untuk mengamankan arus wisatawan.
Jalur Cangar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto itu terpantau terus mengalami kepadatan sejak H+3 lebaran Idul Fitri 1444 H.
Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi
Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto turun langsung bersama Dirlantas Polda Jatim Kombespol Komarudin menyusuri perbatasan Kabupaten Mojokerto dengan Kota Batu.
Di mana, kepadatan di jalur ekstrem tersebut mulai mengalami lonjakan. Meski begitu, arus lalu lintas cukup lancar.
"Alhamdulillah sampai saat ini terpantau ramai, tapi cukup lancar," ujar Ihram, Minggu (14/4/2024).
Kapolres Mojokerto, AKBP Ihram Kustarto turun langsung bersama Dirlantas Polda Jatim Kombespol Komarudi
Total ada 120 anggota khusus dari polsek, polres serta relawan yang berjaga di jalur rawan kecelakaan tersebut.
Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto
"Yang paling utama adalah terkait kekuatan personil yang ada, kita berikan edukasi saat melintasi jalur ekstrem ini," tambahnya.
Di lokasi yang dikenal jalur maut ini, lanjut Ihram, telah disediakan tiga titik jalur penyelamat kendaraan yang mengalami rem blong. Dan di desain relawan menyerupai benteng yang terbuat dari tumpukan sekam.
"Di lokasi ini ada dua jalur penyelamat, beberapa kendaraan berhenti di sini karena gangguan pengereman," bebernya.
Bagi yang kendaraannya mengalami gangguan fungsi pengereman, pengendara dapat beristirahat di lokasi tersebut, hanya sekedar mendinginkan kendaraan, sebelum melanjutkan perjalanan.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung
"Setelah kondisi normal baru kami izinkan untuk berjalan, diharapkan tidak terjadi totalitas kecelakaan," tandas Akpol 2005 ini.
Sementara Victor, salah satu pengemudi mobil asal Surabaya yang roda depannya mengeluarkan asap akibat terlalu panas saat digunakan melintas dari turunan Cangar hingga Pacet mengaku diberhentikan beberapa petugas untuk masuk ke rest area.
"Dibilangin sudah berasap terus suruh masuk sini, tapi aman, Bagus sih tapi kalau nggak tahu kan bahaya sampai di bawah," tandasnya.
Editor : Narendra Bakrie
