Petugas gabungan patroli di Perairan Teluk Lamong (Foto: Ist)
Surabaya - Petugas gabungan menggelar patroli laut di sepanjang Perairan Teluk Lamong, Rabu (8/5/2024).
Petugas gabungan itu terdiri dari TNI/Polri bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim, Satpol PP, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya.
Baca juga: Gerak Cepat Anas Karno, Keluhan Air Bersih Langsung Ditindaklanjuti
Kepala Bidang DKPP Kota Surabaya, Amalia Kurniawati mengatakan, kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk edukasi langsung kepada nelayan, supaya saat menangkap ikan tidak menggunakan alat yang membahayakan ekosistem laut.
"Patroli ini kami lakukan sebagai bentuk pencegahan bagi nelayan yang melakukan penangkapan ikan dengan alat yang tidak ramah lingkungan, atau bisa disebut dengan trawl," jelas Amalia.
Amalia menyebut, patroli yang dilakukan itu rutin selama sebulan sekali bersama Satpol PP dan dinas terkait, di 9 wilayah kawasan pesisir di Surabaya.
Baca juga: HUT Bhayangkara Jadi Momentum BRI Jemursari Perkuat Sinergi dengan Polda Jatim
"Di Surabaya ini ada 9 wilayah kawasan pesisir, antara lain Benowo, Asemrowo, Krembangan, Pabean Cantikan, Kenjeran, Mulyorejo, Sukolilo, Rungkut dan Gunung Anyar. Kami lakukan pengawasan secara rutin," terang dia.
Sementara Wakil Komandan Regu Tim Pancanaka Satpol PP Surabaya, Abdul Mubin menambahkan, petugas menemui tiga kapal kecil yang sedang berlayar dan mencari ikan sepanjang Perairan Teluk Lamong.
Baca juga: PALM PARK Surabaya Hadirkan Staycation Seru Saat Libur Sekolah
Tiga perahu kecil tersebut kemudian dilakukan pengecekan. Namun para nelayan itu tak ditemukan adanya penggunaaan alat penangkap ikan yang membahayakan lingkungan.
"Kami temukan tiga perahu kecil, setelah kami cek untuk perahu mereka nihil menggunakan alat tangkap ikan yang berbahaya, alat-alat yang digunakan pun hanya jaring serta bubu (alat perangkap udang dan kepiting)," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
