Lomba kicau burung murai yang digelar PAKAR di gantangan Dinasty BC, Jalan Sepat Lidah Kulon, Surabaya (Foto: Wendy/mili.id)
Surabaya - Pejuang Murai Akar Rumput (PAKAR) menggelar lomba kicau burung murai di gantangan Dinasty BC, Jalan Sepat Lidah Kulon, Surabaya, Minggu (12/5/2024) siang.
Lomba ini dibuka dengan sesi 10 kelas. Sekitar 250 burung diikutkan peserta dari Surabaya, Gresik, Lamongan, Madura hingga Mojokerto.
Baca juga: Sidang Dugaan Pencurian Rp1,285 Miliar, Libatkan Terapis Spa Superior Surabaya
Pembina PAKAR, Siswayono mengatakan, lomba ini digelar untuk memberikan wadah bagi pecinta kontes kicau burung murai, khusus dari kalangan bawah.
Menurutnya, kalangan bawah ini mengalami banyak kendala untuk menembus event besar dan bergengsi di Jawa Timur, salah satunya yakni Seduluran Murai Mania (SMM).
"Kita mendirikan PAKAR untuk mewadahi teman-teman pemain Murai khususnya akar rumput, kalangan merakyat. Mereka ini notabene ingin sekali ikut lomba, tapi untuk naik ke event itu susah. Kendala salah satunya finansial, grogi atau kurang percaya diri," terang Siswayono.
Katanya, untuk menjaring potensi itu, PAKAR telah menunjuk koordinator wilayah yang tersebar di Surabaya. Nantinya, lomba ini akan digelar bergiliran untuk mencari potensi tersebut.
"Korwil ini saya tunjuk untuk mengkoordinir burung bagus di wilayahnya masing-masing. Baru pertama kali ini tadi soft opening di Surabaya Barat. Kita rencanakan dilaksanakan tiap bulan, dengan cara keliling ke wilayah-wilayah, biar rata," tambahnya.
Pembina PAKAR Siswayono (kiri), Pendiri Seduluran Murai Mania Abah Tatuk (tengah) dan Ketua PAKAR (kanan) - (Foto: Wendy/mili.id)
Setiap gelaran nantinya ada pencatatan, juara 1-3 itu nanti dilakukan penilaian akumulatif selama kurang lebih 1 sampai 2 bulan.
Semisal burung itu konsisten dengan juaranya. PAKAR bakal menggelar rapat menentukan kebijakan, untuk mengikutkan burung tersebut ke event besar.
Baca juga: Dafam Pacific Caesar Holiday Camp 2026, Fokus Bangun Karakter Anak
"Makanya kita bikin suatu wadah, kita kumpulkan. Kalau ada burung yang terbaik, kita akan bantu untuk bisa naik ke level atas lagi. Pemilik sama sekali gak perlu mengeluarkan biaya, jadi dari kita. Itu nanti bisa kita difasilitasi dan dijembatani. Karena kita sendiri ada akses untuk event besar," ungkapnya.
Sementara dalam lomba tersebut, ada 7 juri yang diterjunkan melakukan penilaian, untuk mencari burung pemenang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan.
"Juri yang lita datangkan ada 7 orang. Sebagian dari Dinasty BC sisanya dari luar, beberapa diantaranya sudah ada yang jadi juri di event besar, Khofifah Cup contohnya," lanjutnya.
Pendiri Seduluran Murai Mania (SMM), Abah Tatuk menegaskan, bila memang ada burung murai yang bagus, pihaknya mempersilakan untuk dilombakan di SMM.
"Saya akan menjembatani kalau ada burungnya bagus tapi, mohon maaf kalau ekonominya kurang, nanti bisa diangkat lewat akar rumput ini untuk dilombakan di SMM. Tapi yang jelas, ini akar rumput yang akan saya angkat biar bisa main di SMM," tegasnya.
Baca juga: Favehotel MEX Tunjungan Hadirkan Promo Menginap Ekonomis Tengah Kota
"Kalau ada burung yang istimewa, saya sudah koordinasi dengan mas ketua untuk ditingkatkan lagi, pakai uang kas PAKAR, untuk bisa lomba di SMM," sambung Abah Tatuk.
Sebagai informasi, SMM merupakan salah satu event yang bergengsi bagi pecinta burung murai. Informasi yang dihimpun mili.id, event tersebut kerap diikuti para 'sultan' untuk menyabet hadiah yang fantastis, salahsatunya yakni sebuah mobil.
Apabila burung murai menjuarai perlombaan event SMM tersebut, tentunya pemilik akan memiliki nama dikalangan pecinta burung murai. Selain itu, harga jual burung otomatis akan terdongkrak melejit.
Editor : Narendra Bakrie
