Pacu Perekonomian Antar Daerah, Pemprov Jatim Jalin Misi Dagang

Pacu Perekonomian Antar Daerah, Pemprov Jatim Jalin Misi Dagang © mili.id

Pemprov jatim jalin misi dagang dengan Jambi

Mili.id - Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi Jambi menjalin kerja sama dalam misi dagang, Kamis (27/01). Kesepakatan tersebut, diharapkan berdampak signifikan bagi kedua provinsi, utamanya di bidang ekonomi.

Misi dagang upaya Pemprov Jatim memfasilitasi pertemuan para pelaku usaha dan provinsi mitra dalam menyebarluaskan potensi produk industri, perdagangan, perikanan, agribisnis dan peluang investasi lainnya secara terintegrasi. 

Baca juga: Hari Bhayangkara Ke-80, Khofifah Apresiasi Dedikasi Humanis Polri

"Skema itu dalam rangka memenuhi substitusi impor (bahan baku) dan kebutuhan lainnya yang secara tidak langsung meningkatkan nilai perdagangan dalam negeri," ujar Khofifah. 

Gubernur jambi Al Haris yang di wakilkan oleh wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani sangat mengapresiasi jalinan kerjasama ini. 

"Kita memiliki tujuan yang sama, bahwa kerja sama antar daerah dan antar pulau ini untuk meningkatkan perekonomian dan kemajuan daerah, yang muaranya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat kedua belah pihak," kata Abdullah. 

Baca juga: Khofifah Gelar Pasar Murah Jaga Daya Beli Masyarakat

Menurut Abdullah, kerja sama ini juga untuk mempererat persaudaraan Provinsi Jambi dengan Provinsi Jawa Timur dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dikatakan pula, kerja sama ini juga berdampak untuk mendukung terciptanya sistem logistik nasional dan menjalin kemitraan pengembangan perindustrian dan perdagangan antar daerah dalam rangka meningkatkan daya saing.

Baca juga: Gibran Apresiasi Khofifah, Ekonomi Jatim Lampaui Nasional

Dalam kesempatan itu, turut pula dilakukan perjanjian kerja sama (PKS) antara OPD kedua belah pihak, meliputi: Disperindag, BKD, Dinas pertanian, Dinas Peternakan, Dinas Koperasi dan UMKM, DPMPTSP, BKPSDM dan IWAPI. 

Dalam misi dagang, diikuti oleh 145 pelaku usaha, sebanyak 45 pelaku usaha berasal dari Jawa Timur dan 100 pelaku usaha berasal dari Jambi. 

Editor : Redaksi



Berita Terkait