Mili.id – Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas). Kali ini, tim dosen FK UWKS menggelar edukasi bertajuk “Peran Intervensi Nutrisi Berbasis Komunitas pada Pengendalian Tuberkulosis di Kelompok Usia Rentan” di Balai Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Sabtu (27/6/2026).
Kegiatan ini merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang bertujuan menerapkan hasil pendidikan, penelitian, dan pengabdian untuk membantu menyelesaikan berbagai persoalan kesehatan masyarakat, khususnya dalam upaya pengendalian Tuberkulosis (TB) yang masih menjadi salah satu tantangan kesehatan di Indonesia.
Tim Pengabdian kepada Masyarakat dipimpin oleh Dr. dr. Sukma Sahadewa, M.Kes. dengan anggota Dr. dr. Harry Kurniawan Gondo, Sp.OG., Subsp.Fm., S.H., M.Hum. serta Dr. Atik Sri Wulandari, S.K.M., M.Kes. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa M. Rizki Cahyo S. dan Ibrahim sebagai bagian dari pembelajaran lapangan dan penguatan kompetensi calon dokter dalam pemberdayaan masyarakat.
Berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat di Desa Batang-Batang Daya, masih ditemukan rendahnya pemahaman mengenai pentingnya asupan nutrisi dalam mendukung proses penyembuhan pasien Tuberkulosis, terutama pada kelompok usia rentan. Oleh karena itu, edukasi difokuskan pada pentingnya gizi seimbang, pola hidup sehat, kepatuhan menjalani pengobatan, serta upaya pencegahan penularan TB di lingkungan keluarga.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh materi mengenai penyebab dan cara penularan Tuberkulosis, pentingnya menyelesaikan terapi pengobatan selama enam bulan sesuai anjuran tenaga kesehatan, pemanfaatan pangan lokal bergizi untuk meningkatkan daya tahan tubuh, serta pentingnya menjaga ventilasi dan pencahayaan rumah sebagai bagian dari pencegahan penularan penyakit.
Selain penyampaian materi, tim juga mengadakan sesi diskusi interaktif, tanya jawab, dan simulasi pemenuhan nutrisi bagi penderita TB dan kelompok usia rentan. Sebanyak 45 peserta yang terdiri atas warga desa, kader kesehatan, serta masyarakat dari kelompok rentan mengikuti kegiatan dengan antusias.
Hasil evaluasi melalui pre-test dan post-test menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai pengendalian Tuberkulosis, pentingnya kepatuhan pengobatan, peran nutrisi dalam meningkatkan sistem imun, serta pentingnya lingkungan rumah yang sehat untuk memutus rantai penularan penyakit.
Ketua tim, Dr. dr. Sukma Sahadewa, M.Kes., menjelaskan bahwa pendekatan berbasis komunitas merupakan strategi penting dalam mendukung keberhasilan program eliminasi Tuberkulosis di Indonesia.
“Pengobatan yang baik harus diimbangi dengan pemenuhan nutrisi yang adekuat, dukungan keluarga, serta lingkungan yang sehat. Edukasi kepada masyarakat menjadi langkah penting agar penderita TB memperoleh dukungan optimal selama menjalani pengobatan sehingga angka kesembuhan dapat terus meningkat,” ujarnya.
Selain meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, kegiatan ini menghasilkan berbagai luaran berupa peningkatan pengetahuan masyarakat mengenai pengendalian Tuberkulosis, media edukasi kesehatan, dokumentasi kegiatan, publikasi media massa, artikel ilmiah pengabdian kepada masyarakat, serta penguatan kemitraan antara perguruan tinggi dengan pemerintah desa.
Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini didanai oleh Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) sebagai bentuk dukungan institusi terhadap pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tim pelaksana menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Wijaya Kusuma Surabaya atas arahan, pembinaan, dan dukungan yang diberikan selama pelaksanaan program.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Balai Desa Batang-Batang Daya, Kecamatan Batang-Batang, Kabupaten Sumenep, beserta seluruh perangkat desa, kader kesehatan, dan masyarakat yang telah menjadi mitra kegiatan sehingga seluruh rangkaian Pengabdian kepada Masyarakat dapat berlangsung dengan lancar, tertib, dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, tenaga kesehatan, dan masyarakat, FK UWKS berharap edukasi kesehatan berbasis komunitas dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari upaya mendukung percepatan pengendalian Tuberkulosis sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Kabupaten Sumenep.
Editor : Redaksi
