Open Turnamen Catur Percasi Surabaya, di Warkotea Suroboyo jalan Dukuh Kupang Barat XXI, Kecamatan Dukuh Pakis, Buleks (kanan) bersama sekretaris Percasi Surabaya Hesnud Dualah (kiri)/Foto:istimewa/mili
Mili.id - Untuk memunculkan bibit atlet catur di Kota Pahlawan, Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Surabaya kembali menggelar open turnamen.
Kali ini digelar di Warkotea Suroboyo jalan Dukuh Kupang Barat XXI, Kecamatan Dukuh Pakis. Sekretaris Percasi Surabaya, Hesnud Daulah mengatakan, selain mencari bibit atlet di kampung, pihaknya juga berkeinginan memulihkan perekonomian masyarakat.
Baca juga: Berhasil Kembangkan Catur di Surabaya, Buleks Kembali Pimpin Percasi
"Maka tempatnya sengaja di pilih di sektor UMKM seperti Warkop, nanti ke depan akan dilaksanakan di SWK se Surabaya." tuturnya, Minggu (30/1).
Setalah open turnamen di warkop, Maret mendatang pihaknya juga berencana menyasar di cafe Surabaya secara bergiliran.Di samping itu, pihaknya juga akan menyasar hotel yang rencananya bulan Februari di Maxone Dharmahusada.
"Kami sudah berjalan di Warkop tapi kita ingin bergerak di cafe dan sekaligus menjadi percontohan untuk mengadakan lomba catur bagi hotel yang lain." paparnya.
Baca juga: Budi Leksono Kembali Terpilih Jadi Ketua Percasi Surabaya Periode 2024-2028
Ia menjelaskan, open turnamen ini diikuti berbagai jenjang usia, mulai usia anak sampai orang tua. Tanpa ada kelompok kategori.
"Di sini jadi satu bermain nya, karena ini untuk memancing supaya yunior bisa bertanding dengan senior, dan ada juga atletnya Porprov Surabaya yang juga ikut tryout latih tanding." ungkapnya.
Sementara, Ketua Percasi Surabaya Budi Leksono (Buleks) mengatakan, turnamen ini bertujuan menyambung silaturahmi antar pecatur yang ada di Surabaya.
Baca juga: Pileg DPRD Kota Surabaya, Budi Leksono Tidak Pernah Gunakan Politik Uang
Buleks berharap jika ini bisa dilakukan secara kontinyu, maka roda kegiatan pelatihan olahraga di Surabaya berkembang pesat, dan menjadi pilihan pelajar untuk menggemari dan menekuni olahraga yang disukainya.
“Percasi Surabaya juga berharap agar catur masuk extra kulikuler di sekolah baik SD maupun SMP di Surabaya, agar ada regenerasi ditengah minimnya minat catur akhir-akhir ini,” ujar Buleks
Editor : Redaksi
