Resmikan Rumah Moderasi, Boy Rafly: Ini Sejalan dengan Semangat BNPT

Resmikan Rumah Moderasi, Boy Rafly: Ini Sejalan dengan Semangat BNPT © mili.id

Kepala BNPT saat meresmikan Rumah Moderasi/Foto: akun Instagram BNPT

Mili.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Boy Rafli Amar, meresmikan Gedung Yayasan Rumah Moderasi Mojokerto pada Kamis (17/2)

Rumah Moderasi tersebut terletak di Desa Betro, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, berdirinya diinisiasi mitra deradikalisasi asal Mojokerto, Sutrisno dan tokoh masyarakat, Ali Imron yang didukung oleh BNPT, Pemda Mojokerto dan sejumlah pihak terkait. 

Baca juga: BWI Surabaya Ajak Pemerintah, Akademisi, dan Dunia Usaha Kembangkan Wakaf Produktif

Kepala BNPT mengapresiasi Sutrisno, yang dahulu pernah menjadi pelaku terorisme, kini berkeinginan melawan narasi radikal terorisme lewat Rumah Moderasi. 

"Pembuatan rumah moderasi Ini sejalan dengan semangat BNPT menanggulangi terorisme dengan konsep pentahelix. Kita selamatkan negara dari terorisme. Pak Sutrisno pernah terpapar Alhamdulillah bisa sadar. Pernah kena propaganda teroris akhirnya sekarang melakukan kontra propaganda," jelas Boy Rafli. Dikutip Jumat (18/2).

Pembina Yayasan Rumah Moderasi Mojokerto, Sutrisno bercerita keinginan untuk membuat Rumah Moderasi telah lama Ia impikan.

Baca juga: Penghargaan Bupati Probolinggo untuk 3 Eks Napiter di HUT ke-80 RI

Saat di penjara sambungnya. Ia merasa sangat menyesal karena pernah terpapar paham radikal terorisme, hingga melupakan keluarganya dan masyarakat sekitar. 

Ketika bebas Sutrisno langsung berikhtiar untuk menjadi bagian dalam upaya mencegah masuknya paham radikal terorisme. 

Baca juga: Sebanyak 22 Eks Napiter Ikut Ganjar Upacara HUT Kemerdekaan RI ke 77

"Saya ingin sampaikan ke semua yang saya bisa sampaikan untuk tidak percaya propaganda terorisme," ungkapnya. 

Di dalam Rumah Moderasi terdapat  Warung NKRI, wadah usaha mitra deradikalisasi dan juga studio podcast untuk membuat konten-konten kontra propaganda radikal terorisme

Editor : Redaksi



Berita Terkait