Tangkapan layar video tumpukan beras bantuan pemerintah yang diduga diselewengkan tiga oknum perangkat desa di Mojokerto
Mojokerto - Warga menggerebek tiga oknum perangkat Desa Baureno, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto yang diduga menyelewengkan puluhan karung beras bantuan pemerintah.
Informasi yang dihimpun, tumpukan beras tersebut merupakan bantuan cadangan beras pemerintah (CBP) tahap III besutan Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang didistribusikan melalui PT Pos Indonesia.
Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi
Warga curiga saat bantuan disalurkan ke balai desa setempat pada Selasa (8/10/2024) pagi. Namun sekitar pukul 14.00 WIB, penyaluran bagi sekitar 500 warga penerima bantuan mendadak dihentikan Pemdes Baureno.
"Padahal belum semuanya kebagian bantuan itu. Dan berasnya masih ada," ucap salah satu warga.
Dari itu warga curiga. Terlebih, penyaluran bantuan pada dua tahap sebelumnya tuntas dalam waktu sehari.
Melihat adanya kejanggalan, diam-diam warga membuntuti mobil pikap GranMax warna putih bernopol S 9275 NG yang berpenumpang tiga oknum perangkat desa.
Pikap bermuatan sekitar 80 karung beras meninggalkan balai desa. Tiga oknum perangkat tersebut masing-masing AS, IN, dan MA.
"Yang ikut buntutin pikap ini ada sekitar 15 warga," imbuhnya.
Pikap tersebut mengarah dan diparkir di garasi rumah mertua salah satu perangkat desa yang membuka usaha toko kelontong di Desa Sentonorejo, Kecamatan Trowulan.
Seketika itu, warga menggerebek ketiga oknum perangkat Desa Baureno yang disinyalir hendak menilap beras bantuan pemerintah tersebut.
"Sudah ada beberapa, sekitar tiga sak (karung) beras yang diturunkan. Mereka juga ada di dalam rumah itu," sambung pria paruh baya itu.
Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto
Warga lantas menggiring ketiganya berikut mobil pikap kembali ke balai desa untuk diklarifikasi bersama kepala desa.
Sementara Kepala Desa Baureno, Abdori mengaku mengetahui adanya dugaan penyelewengan yang dilakukan bawahannya, setelah ada warga yang mengadu.
Karena beberapa jam sebelum penyaluran bantuan dihentikan, ia pulang lebih dulu dari balai desa.
"Saya tidak pernah memerintah seperti itu. Malahan baru tahu setelah warga geger," papar Abdori.
Kades nyentrik ini menambahkan, Selasa malam pihaknya langsung menggelar musyawarah dadakan di balai desa.
Dia lantas membuat laporan ke Mapolsek Jatirejo lantaran ketiga perangkatnya terindikasi berbuat nakal.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung
"Sudah saya sampaikan di depan warga, kalau saya tidak akan melindungi perangkat. Saya bersama warga, karena beras itu hak warga. Selasa malam, mereka (ketiga perangkat desa) dan saya sudah dimintai keterangan di polsek," paparnya.
Terpisah, Kapolsek Jatirejo, AKP Syaiful Isro membenarkan adanya permasalahan di Desa Baureno tersebut. Kini pihaknya tengah menelisik dugaan penyelewengan puluhan sak beras bantuan pemerintah tersebut.
Sejumlah barang bukti berupa mobil pikap berikut muatan beras bantuan diamankan di Mapolsek Jatirejo.
"Sudah kami tangani. Sedang kami proses lebih lanjut," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
