Tim survei lokasi di Buntet Pesantren, Cirebon, Jawa Barat, Sabtu (4/7/2026)
Mili.id – Peluang Kabupaten Cirebon menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) semakin terbuka. Tim Panitia Muktamar ke-35 NU turun langsung meninjau tiga pondok pesantren yang diusulkan sebagai lokasi penyelenggaraan, yakni Pondok Buntet Pesantren, Pondok Pesantren Kempek, dan Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin, Sabtu (4/7/2026).
Survei tersebut dipimpin jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), di antaranya Katib Syuriyah PBNU KH Abu Yazid Al-Busthami, Ketua PBNU KH Ahmad Fahrur Rozi, Wakil Sekretaris Jenderal PBNU H Amir Ma'ruf, Bendahara PBNU H Nuruzzaman, serta staf PBNU Hj Qonitatul Ulya. Mereka didampingi Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani, dan Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi.
Usai meninjau lokasi, KH Abu Yazid Al-Busthami menyampaikan bahwa secara umum fasilitas yang tersedia dinilai telah memenuhi kebutuhan dasar penyelenggaraan Muktamar. "Insyaallah, ini memenuhi," ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan hasil survei belum menjadi penentu lokasi akhir. Keputusan resmi akan ditetapkan dalam rapat Steering Committee (SC) dan Organizing Committee (OC) Muktamar yang dijadwalkan berlangsung pada Selasa (7/7/2026).
"Semua nanti berpulang kepada keputusan panitia, baik SC maupun OC," katanya.
Siap Tampung Ribuan Peserta
Menurut KH Abu Yazid, Pondok Buntet Pesantren memiliki gedung berkapasitas besar yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai agenda Muktamar. Jika diperlukan ruang tambahan, tersedia lapangan luas yang selama ini kerap digunakan untuk kegiatan berskala besar, termasuk haul yang dihadiri ribuan jamaah.
Ia menjelaskan, lokasi Muktamar harus mampu mengakomodasi ruang sidang pleno dan komisi, didukung akses transportasi yang baik serta ketersediaan penginapan. Pasalnya, Muktamar diperkirakan akan dihadiri sekitar 5.000 hingga 6.000 peserta resmi, belum termasuk warga Nahdliyin yang datang dari berbagai daerah.
Apabila Cirebon resmi ditunjuk sebagai tuan rumah, penyelenggaraan Muktamar akan dipusatkan di tiga pesantren tersebut.
"Seandainya jadi tuan rumah, ada tiga pesantren. Makanya kita akan melaporkan apa adanya. Nanti yang menentukan panitia SC dan OC," jelasnya.
PCNU Cirebon Nyatakan Siap
Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Cirebon KH Wawan Arwani menegaskan kesiapan penuh pihaknya apabila Kabupaten Cirebon dipercaya menjadi tuan rumah Muktamar ke-35 NU.
Baca juga: Hodak Rem Tegas Euforia Juara, Persib Diminta Fokus Hadapi Persijap
"Kami siap apabila Muktamar dilaksanakan di Kabupaten Cirebon. Di sini ada tiga pesantren yang menjadi alternatif lokasi, yakni Buntet, Kempek, dan Babakan Ciwaringin. Insya Allah semuanya siap. Untuk NU, apa yang tidak siap," tegasnya.
Hal senada disampaikan Pengasuh Pondok Buntet Pesantren KH Fahad Ahmad Sadat. Ia menyebut tim PBNU memberikan penilaian positif setelah meninjau berbagai fasilitas, mulai dari masjid, ruang rapat, Graha Mbah Muqayyim, hingga lokasi yang diproyeksikan menjadi tempat sidang pleno, pembukaan, dan akomodasi peserta.
"Alhamdulillah, hasil kunjungan tim survei PBNU memberikan penilaian positif terhadap kesiapan kami. Secara sarana dan prasarana serta dukungan pesantren, insyaallah kami siap menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Muktamar," ujarnya.
Jawa Barat Berharap Kembali Jadi Tuan Rumah
Ketua PWNU Jawa Barat KH Juhadi Muhammad berharap Muktamar NU kembali digelar di Jawa Barat. Ia mengingatkan, terakhir kali provinsi tersebut menjadi tuan rumah adalah Muktamar ke-29 yang berlangsung di Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, pada 1994.
"Sebagai Ketua PWNU Jawa Barat tentu kami berharap Muktamar bisa kembali digelar di Jawa Barat," katanya.
Baca juga: Dedi Mulyadi Wacanakan Pajak Kendaraan Dihapus di Jabar, Publik Langsung Heboh
Sementara itu, Ketua PCNU Kabupaten Cirebon KH Aziz Hakim Syaerozi menilai Pondok Pesantren Babakan Ciwaringin memiliki nilai historis yang kuat untuk menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan Muktamar. Pesantren yang telah berusia sekitar tiga abad itu dinilai memiliki hubungan erat dengan perjuangan para ulama NU, termasuk keterkaitannya dengan Resolusi Jihad dan kesinambungan sanad keilmuan dengan Pesantren Tebuireng.
Penentuan Lokasi Diusulkan Lewat Istikharah
Di sisi lain, Pengasuh Pondok Pesantren Kempek KH Mustofa Aqil Siroj berharap keputusan lokasi Muktamar tidak hanya berdasarkan hasil survei teknis, tetapi juga melalui pertimbangan spiritual para kiai.
"Hasil survei apa pun, setelah diserahkan kepada Pengurus Besar, kami mohon diserahkan kepada para kiai untuk melakukan istikharah," ujarnya.
Keputusan akhir mengenai lokasi penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU kini tinggal menunggu rapat SC dan OC PBNU. Jika terpilih, Cirebon akan mengakhiri penantian lebih dari tiga dekade bagi Jawa Barat untuk kembali menjadi tuan rumah forum permusyawaratan tertinggi organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.
Editor : Erwin Muhammad
