Sentra IKN Maja Bharama Wastra menerima kunjungan dari Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Foto : (nana/mili.id)
Mojokerto - Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Batik Kota Mojokerto hampir setiap pekan kedatangan kunjungan studi dari daerah lain baik dari dalam maupun luar Provinsi Jawa Timur.
Sebelumnya, sentra IKN Batik menerima kunjungan dari Dinas Tenaga Kerja Pemkot Banda Aceh, dan kini menerima kunjungan studi banding dari Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
Baca juga: Gelap Gulita, Pria 65 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Lapangan Surodinawan Mojokerto
"Alhamdulillah sejak diresmikan hingga hari ini, sentra IKM batik kita kebanjiran tamu. Mulai dari Morowali Utara, Kendari, Makasar, Jembrana, Aceh, Lombok, Nganjuk dan ini nanti mau hadir dari Bengkulu Utara," ungkap Ani wijaya Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Jumat (8/11/2024).
Ani menambahkan, kehadiran sentra IKM Batik memberi angin segar di Bumi Mojopahit. Lantaran, di Kota Mojokerto segala sesuatunya terbatas, baik luas wilayah maupun sumber daya alam (SDA).
"Beda dengan Kabupaten Bangkalan, Kota Mojokerto ini wilayahnya sempit, hanya tiga kecamatan. Tidak punya SDA, baik gunung maupun lautan seperti daerah lain," terangnya.
Ani bercerita, sejarah batik Kota Mojokerto dimulai sejak tahun 1940, saat itu para pedagang dari China merekrut pribumi untuk diajari dan dipekerjakan membatik.
"Nenek moyang kita ini pintar, mereka tidak meminta imbalan uang, tapi minta kain dan pewarnaan untuk dibawa pulang dan dikembangkan sendiri," cetusnya.
Hingga kini, lanjut Ani, Pengrajin batik Kota Mojokerto jumlahnya terus berkembang. Sebelumnya hanya ada belasan, kini mencapai puluhan berkat adanya pelatihan inkubasi yang dilaksanakan Pemkot Mojokerto sejak Covid-19 lalu.
"Perajin yang besar ada 12 orang, sementara perajin yang sedang sebanyak 18 orang, sehingga total ada 30.perajin," tegasnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Pemkab Bangkalan, Qorri Yuniastuti mengaku senang bisa menimba ilmu di sentra IKM Kota Mojokerto.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung
"Di sini sentra IKM nya sudah bagus, baik secara administrasi maupun promosinya sudah cukup berkembang khususnya untuk kerjainan batik," terangnya.
Qorri mengaku sengaja membawa 16 orang tenaga pengelola dan operator sentra IKM Kabupaten Bangkalan untuk studi tiru terkait manajemen pengelollaan sentra IKM Kota Mojokerto yang sudah unggul.
"Kebetulan di Kabuaten Bangkalan ada kerajinan batik dan ada sentra IKM juga. Harapan kami, para pengelola ini dapat meniru bagaiman caranya mengelola sentra IKM dengan baik seperti Kota Mojokerto," ia memungkasi.
Editor : Aris S
