Pengiriman air mineral dari Gus Haris untuk warga Gili Ketapang Probolinggo (Foto: Inung/mili.id)
Probolinggo - Warga Gili Ketapang Probolinggo mendapat bantuan air mineral dari Calon Bupati Probolinggo KH Mohammad Haris Damanhuri Romly (Gus Haris) dan relawan.
Bantuan itu disalurkan menyusul krisis air bersih yang melanda warga Gili Ketapang akibat pipa bawah laut yang putus karena tertabrak kapal.
Baca juga: Khofifah Sebut Pesantren Benteng Moral Bangsa, Genggong Jadi Inspirasi Generasi Santri
"Kami melihat kondisi masyarakat Gili Ketapang yang sangat membutuhkan air bersih. Oleh karena itu, kami bergerak cepat untuk mengirimkan bantuan ini. Semoga langkah kecil ini bisa meringankan beban saudara-saudara kita di sana," ungkap Gus Haris, Minggu (1/12/2024).
Gus Haris menegaskan bahwa aksi ini adalah bagian dari komitmennya untuk mendukung masyarakat yang sedang menghadapi situasi sulit.
Ia juga menyerukan kepada pihak-pihak lain untuk bersama-sama mencari solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah air bersih di pulau tersebut.
"Membantu saudara-saudara kita di sini adalah kewajiban bersama. Selain memberikan bantuan langsung, kita juga perlu memikirkan langkah-langkah strategis agar warga di Gili Ketapang tidak lagi menghadapi krisis air bersih seperti ini di masa depan," tambahnya.
Baca juga: Debit Air Menurun Drastis, Enam Kabupaten Jatim Siaga Kekeringan
Sampai di Gili Ketapang, bantuan air minum langsung dibagikan kepada warga yang sudah menunggu. Warga terlihat antusias menerima bantuan tersebut, mengingat kebutuhan air bersih mereka sangat mendesak.
"Kami sangat bersyukur atas bantuan ini. Air bersih sangat sulit kami dapatkan. Jadi bantuan ini benar-benar menjadi pertolongan besar bagi kami," ungkap Nur, seorang warga Gili Ketapang.
Pipa PDAM tersebut saat ini dalam proses perbaikan. Namun kebutuhan air warga tidak dapat menunggu lebih lama.
Baca juga: Apes, Maling di Gading Probolinggo Remuk di Amuk Warga
Selama ini, masyarakat di Pulau Gili Ketapang hanya bergantung pada pengiriman air dari daratan, meski pasokannya sering kali tidak mencukupi.
Editor : Narendra Bakrie
