Debit Air Menurun Drastis, Enam Kabupaten Jatim Siaga Kekeringan
Selasa, 19 Mei 2026 16:32 WIBDebit Air Menurun Drastis, Enam Kabupaten Jatim Siaga Kekeringan
Debit Air Menurun Drastis, Enam Kabupaten Jatim Siaga Kekeringan
Rektor Unusa Prof. Dr. Ir. Achmad Jazidie menuturkan jika jumlah partisipan iConASET semakin meningkat tiap tahunnya sehingga menjadi bukti bahwa iConASET mampu menarik perhatian komunitas akademik internasional.
Kesulitan air bersih dirasakan warga karena jaringan pipa dan bak penampungan air yang menuju dua desa itu terdampak banjir bandang dan masih dalam proses perbaikan.
"Semoga bantuan ini bisa meringankan beban warga Gili Ketapang yang sedang mengalami krisis air bersih," tutur AKBP Oki Ahadian.
Bantuan itu disalurkan menyusul krisis air bersih yang melanda warga Gili Ketapang akibat pipa bawah laut yang putus.
Dalam pengecekan ditemukan ada pipa jenis HDPE yang putus di bawah laut.
BPBD Bondowoso membagi wilayah kekeringan menjadi tiga kategori, yaitu kering kritis, langka dan langka terbatas.
Beberapa warga juga terpaksa membeli air bersih dengan Rp5.000 per jerigen, dengan kapasitas 35 liter.
Untuk mengatasi kekeringan yang melanda wilayah itu, BPBD Bondowoso mendistribusikan air bersih 10 ribu liter.
Polres Probolinggo dan Forkopimda Lumbung bersama masyarakat memperbaiki pipa air agar kebutuhan air bersih 300 KK dapat kembali terpenuhi.
Sebanyak empat tangki air bersih berkapasitas 5.000 liter telah disalurkan kepada warga.
Dosen Faculty of Civil Engineering and Planning PCU, Dr.rer.nat. Ir. Surya Hermawan menciptakan ALPAMAL untuk membantu masyarakat yang selama ini mengalami krisis air bersih.
Upaya perbaikan pipa yang rusak itu tidak hanya dilakukan tim Pemprov Jatim saja, namun juga melibatkan sejumlah relawan, masyarakat dan tokoh adat setempat.
Selain penyaluran air bersih, Polres Mojokerto juga melaksanakan donor darah.
Bakti sosial itu dengan cara mendistribusikan air bersih kepada warga yang membutuhkan akibat kekeringan akibat kemarau