John Lennon/istimewa
mili.id - 8 Desember 1980 atau 44 tahun lalu, pentolan grup band The Beatles, John Lennon tewas di tangan penggemarnya.
Ia ditembak dari belakang di depan apartemennya The Dakota, West Side, New York.
Baca juga: 10 April 210 Tahun Lalu, Iklim Dunia Kacau Akibat Letusan Gunung Tambora
Pelaku penembakan aktivis perdamaian itu ialah Chapman. John Lennon tewas setelah punggungnya dihujam 4 butir peluru dari senjata jenis revolver dengan kaliber 38 milimeter.
Kronologi Penembakan John Lennon
Peristiwa yang tidak akan dilupakan penggemar The Beatles itu terjadi malam hari. Kala itu, Mark David Chapman sudah menunggu kedatangan John Lennon dan istrinya, Yoko Ono, di depan apartemen tempat istirahat pasangan tersebut.
Maksud Chapman menunggu kedatangan Lennon ialah untuk meminta tanda tangannya. Ia sudah membawa salinan album Double Fantasy. Ketika Lennon dan Yoko kembali dari studio, Chapman langsung menghampiri.
Sang penggemar itu langsung menyodorkan album yang sudah dalam genggamannya. John Lennon langsung menandatanganinya.
Namun saat John Lennon membalikkan badan, terdengar beberapa kali tembakan yang berasal dari Chapman.
Seketika John Lennon tumbang setelah punggungnya diterjang timah panas dari jarak dekat. Sambil bersimbah darah, dia kemudian dibawa polisi ke Rumah Sakit Roosevelt.
John Lennon meninggal saat dalam perjalanan. Sementara Chapman tetap berada di lokasi penembakan setelah kejadian.
Chapman santai sambil membaca novel The Catcher in the Rye karya JD Salinger, hingga akhirnya polisi datang menangkapnya.
Baca juga: 3 Polisi Gugur di Lampung Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Dalam persidangan, Chapman mengakui perbuatannya dan dijatuhi hukuman seumur hidup dengan minimal 20 tahun.
Ratusan ribu penggemar The Beatles memadati The Dakota dan Central Park beberapa jam setelah tragedi itu. Lalu lintas pun langsung tak bergerak hingga beberapa blok di Manhattan.
Sampai sekarang, pintu masuk The Dakota tempat Lennon terbunuh masih menjadi tujuan perjalanan para penggemarnya dari seluruh dunia. Begitu juga sebuah sudut di Central Park di seberang apartemen Lennon itu.
Motif Chapman Tembak Mati John Lennon
Pernyataan kontroversial John Lennon di Tahun 1966 yang menyebut bandnya, The Beatles lebih populer daripada Yesus Kristus, ini menjadi motif Chapman nekat membunuh musisi tersebut.
Kala itu, medio 1960-1970, nama The Beatles dan John Lennon memang sangat tersohor di berbagai negara. Hal ini otomatis menjadi sorotan berbagai pihak atas tindak-tanduk para personel The Beatles, tak terkecuali John Lennon.
Baca juga: Jasad 3 Polisi Lampung yang Meninggal Tertembak saat Gerebek Sabung Ayam Diotopsi
Sejak pernyataan itu terlontar dari mulut John Lennon, butuh waktu 14 tahun bagi Chapman untuk melancarkan aksinya.
Kendati demikian, seiring berjalannya waktu, motif dari Chapman membunuh John Lennon akhirnya terkuak, yaitu pada 2020. Dia mengatakan ingin membunuh Lennon untuk 'kemuliaan diri' dan perhatian.
Tak hanya John Lennon, Chapman juga berencana untuk membunuh figur populer lainnya termasuk rekan Lennon di The Beatles, Paul McCartney.
Kemudian jurnalis Johhny Carson, Presiden AS Ronald Reagan hingga aktris Elizabeth Taylor.
Editor : Narendra Bakrie
