Ayah Siswi MI Banyuwangi Korban Pembunuhan Pilih Tak Masuk Kerja

Ayah Siswi MI Banyuwangi Korban Pembunuhan Pilih Tak Masuk Kerja © mili.id

TKP siswi MI Kalibaru diduga dirudapaksa dan dibunuh. (Foto: Eko Purwanto/mili.id)

Banyuwangi - Belum terungkapnya kasus dugaan rudapakasa dan pembunuhan seorang siswi MI Kalibaru berinisial CN (7), hingga kini turut mempengaruhi rutinitas kerja ayah korban, DN (35).

Ia memilih tak bekerja lebih dahulu untuk fokus pada upaya hukum sembari menanti kabar kepastian kasus ini terungkap.

Baca juga: 49 Adegan Sadis! Detik-detik Badut Mainan Habisi Mertua di Mojokerto Direka Ulang

"Untuk sementara ini memilih tidak memikirkan pekerjaan terlebih dulu dan berfokus pada anak saya," ujarnya, Rabu (18/12/2024).

DN yang bekerja di salah satu pabrik yang ada di Kecamatan Srono ini, sejak anaknya meninggal pada Rabu (13/11) lalu, dirinya rehat dari aktivitas yang selama ini dijalankan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya tersebut.

Selain alasan itu, DN mengaku juga berfokus jelang proses persalinan sang istri yang kini sedang hamil tua. Setia DN disamping istrinya menanti calon buah hati.

Selain kondisi hamil tua, istri DN termasuk kategori ibu hamil risiko tinggi atau bumil resti.

Istrinya itu juga sempat keguguran pada kehamilan ketiga dan pernah menjalani operasi caesar pada kehamilan anak pertamanya.

Baca juga: Fakta Baru, Usai Bercumbu Badut Penjual Mainan di Mojokerto Ngamuk Lihat Chat WA Istri dab PIL

Karena pernah operasi dan keguguran, ibu korban ini diklasifikasikan sebagai bumil resti.

"Untuk saat ini belum memikirkan terkait perkerjaan dan fokus juga pada kehamilan istri saya," kata DN.

Selama proses hukum terkait putrinya itu DN menyebut sudah menjalani pemeriksaan oleh penyidik, termasuk istri dan sejumlah keluarga.

Baca juga: Tes Psikologi Ungkap Badut Pembunuh Mertua di Mojokerto Beraksi Sadar, Dipicu Emosi Keluarga

"Istri sudah diperiksa sebanyak 5 kali. Kalau saya sudah 3 kali. Ibu dan bapak mertua 3 kali. Terus anak saya yang sulung juga sudah," terangnya.

Hingga saat ini, pihak kepolisian Polresta Banyuwangi dengan dukungan Polda Jatim terus melakukan upaya pencarian dengan memeriksa 41 saksi dan mengirim sejumlah sampel untuk diperiksa di Labfor Mabes Polri. Setelah sebelumnya memeriksa 27 saksi seperti yang disampaikan pengacara keluarga korban Dr Charisma Adilaga Sugiyanto beberapa waktu lalu.

Korban diduga diperkosa dan dibunuh saat pulang dari sekolahnya pada Rabu (13/11/2024) sekitar pukul 10.30 WIB. Korban ditemukan tak berdaya dengan kondisi pakaian setengah terbuka dan sejumlah kancing baju seragam hilang.

Editor : Aris S



Berita Terkait