Gejala HMPV Menurut Dosen Fakultas Kedokteran UM Surabaya

Gejala HMPV Menurut Dosen Fakultas Kedokteran UM Surabaya © mili.id

Ilustrasi (Image by Freepik)

Surabaya, mili.id - Dosen spesialis anak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya, Gina Noor Djalilah menjelaskan gejala Human Metapneumovirus (HMPV).

Menurut Gina, HMPV adalah jenis virus yang menginfeksi saluran pernapasan. Gejalanya mirip flu, seperti batuk, pilek, dan demam.

Baca juga: 40 Tahun FK UWKS, Perkuat Lulusan Humanis dan Perluas Pengabdian Kesehatan

"Virus ini ditemukan pada Tahun 2001 dan sering menyerang bayi, anak-anak di bawah 5 tahun, lansia, dan orang dengan daya tahan tubuh lemah. Meskipun kebanyakan kasus ringan, HMPV bisa menyebabkan masalah serius pada beberapa orang," terang Gina, Kamis (9/1/2025).

Gina menjelaskan bahwa HMPV yang saat ini sudah ditemukan di Indonesia, penyebarannya dengan mudah melalui droplet dari batuk atau bersin, serta kontak dengan permukaan yang terkontaminasi oleh virus.

"Untuk mencegah penularan, kita perlu sering mencuci tangan dengan sabun, menghindari menyentuh wajah, menggunakan masker, dan menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, ventilasi yang baik di rumah juga penting," paparnya.

Dia menjelaskan, masa inkubasi virus HMPV berkisar antara 3 sampai 6 hari setelah paparan. Sementara gejala HMPV biasanya berlangsung 2 hingga 5 hari. Namun pada beberapa orang gejala tersebut dapat bertahan lebih lama.

Baca juga: Kolaborasi Akademik, FK UWKS dan UNDIP Perkuat Kompetensi Klinisi Hadapi Era Genomik

"Jika gejala berlangsung lebih dari 10 hari atau muncul tanda-tanda seperti kesulitan bernapas, atau nyeri dada, segera konsultasikan dengan dokter," imbuhnya.

Gina menyampaikan, saat ini belum tersedia obat antivirus atau vaksin spesifik untuk HMPV.

Namun gejala HMPV dapat dikelola dengan beberapa langkah, meliputi:

Baca juga: Berangkat dari Kepedulian Pasien Diabetes, Dosen FKK Unusa Raih Paten Inovasi Terapi Herbal

1. Menggunakan pelembab udara (humidifier) untuk membantu pernapasan.
2. Minum air hangat atau teh untuk mengurangi iritasi tenggorokan.
3. Istirahat yang cukup untuk memulihkan daya tahan tubuh.
4. Meminum obat pereda nyeri seperti acetaminophen atau ibuprofen untuk membantu meredakan demam dan juga nyeri.
5. Menggunakan pengobatan simptomatik untuk mengurangi keluhan yang dialami, seperti menggunakan obat-obatan untuk meredakan hidung tersumbat atau batuk.
6. Memantau gejala yang dialami secara intensif dan segera berkonsultasi dengan dokter jika gejala memburuk.

Gina menegaskan, jika anak mengalami gejala yang mengarah pada infeksi HMPV, seperti batuk, demam, atau sesak napas yang tak kunjung membaik, segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.

"Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Jadi tetaplah waspada dan prioritaskan kesehatan Anda serta orang-orang sekitar," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait