Sabar (61) dan Kustinayah (50) warga Dusun Urung-urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Mojokerto.Foto : (nana/mili.id)
Mojokerto, mili.id - Pasangan suami istri (pasutri) penjual pisang di Pasar Sawahan, Kecamatan Mojosari, Mojokerto, akhirnya naik haji.
Pasutri itu, yakni Sabar (61) dan Kustinayah (50) warga Dusun Urung-urung, Desa Jatijejer, Kecamatan Trawas, Mojokerto.
Baca juga: CKG Kota Mojokerto Capai 71,5 Persen, Pemkot Kejar Cakupan 100 Persen pada Oktober
Mereka mengaku, awalnya menabung secara pribadi dan manual, dengan memasukkan uang ke dalam celengan.
Pada tahun 2012, Sabar dan Kustinayah menyetorkan uang yang ada di dalam celengan sebesar Rp 25 juta ke kelompok bimbingan ibadah haji (KBIH).
"Mulai 2002 saya mulai nabung, dan tahun 2012 mulai mendaftar saya," beber Kustinayah, Selasa (29/4/2025).
Baca juga: BPBD Mojokerto Mulai Distribusi Air Bersih ke Tiga Desa Terdampak Kemarau, Layani 2.776 KK
Kustinayah menyebutkan, untuk melunasi biaya naik haji, keduanya berjualan pisang sejak pagi hingga sore hari dan ikut arisan lalu disetorkan ke KBIH AR Rahmah.
"Ikut arisan juga. Kumpulnya sedikit demi sedikit untuk melunasi biar tidak keteteran (tidak cepat selesai) saya tabung dan akhirnya lunas," imbuhnya.
Baca juga: Warga Kunjorowesi Bertahan dengan Mandi Sekali Sehari, Air Bersih Diprioritaskan untuk Memasak
Bahkan, lanjut Kustinayah, saat mendaftar ke kbih, suaminya Sabar tidak mengetahui dan menanyakan ke Kustinayah apakah memiliki uang untuk daftar.
"Tidak tahu, tahunya itu saya ajak dan tanya kamu ada uang tah. Saya jawab punya, sedikit sedikit ayo menabung," ia memungkasi.
Editor : Aris S
