Salah satu warga Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto saat mengambil air bersih yang dikirim BPBD Provinsi Jatim, Rabu (22/7/26).
Mili.id – Musim kemarau kembali membawa kesulitan bagi warga Dusun Kandangan, Desa Kunjorowesi, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto. Keterbatasan air bersih memaksa warga mengubah pola hidup sehari-hari, termasuk membatasi mandi hanya sekali dalam sehari agar persediaan air tetap mencukupi.
Air bersih yang diperoleh dari bantuan dropping truk tangki lebih diprioritaskan untuk kebutuhan pokok, seperti memasak, mencuci pakaian, dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Sementara untuk mandi dan berwudu, warga harus menghemat penggunaan air semaksimal mungkin.
Salah seorang warga, Sulikhah (42), mengatakan kebiasaan mandi dua kali sehari terpaksa ditinggalkan setiap musim kemarau tiba. Ia memilih mandi satu kali dalam sehari, sedangkan untuk berwudu menggunakan air yang ditampung dalam ceret agar pemakaiannya lebih irit.
"Kalau musim kemarau mandi cuma sekali sehari. Airnya lebih diprioritaskan untuk memasak dan mencuci. Wudu pakai ceret supaya hemat. Walaupun air sedikit, tetap dipakai untuk salat," ujarnya.
Di Dusun Kandangan yang dikenal Telogo ini, distribusi bantuan air bersih dibagi ke dalam lima kelompok warga. Setiap kali truk tangki datang, warga bebas mengambil air sesuai kebutuhan tanpa ada pembatasan jumlah.
Namun, pasokan tersebut biasanya habis dalam waktu singkat karena tingginya kebutuhan masyarakat.
Menurut Ismi (50), kondisi krisis air bersih ini sudah berlangsung selama puluhan tahun. Warga juga memiliki penampungan air hujan sebagai cadangan, tetapi sebagian sudah mengalami kerusakan dan bocor sehingga tidak lagi berfungsi optimal.
"Sudah dari dulu seperti ini. Penampungan air hujan ada, tapi bocor dan belum diperbaiki. Kalau kemarau ya menunggu bantuan air bersih datang," katanya.
Hingga kini, warga Dusun Telogo masih bergantung pada bantuan dropping air bersih setiap musim kemarau.
Mereka berharap pemerintah dapat menghadirkan solusi jangka panjang agar kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi tanpa harus menunggu kedatangan truk tangki setiap kali musim kemarau melanda.
Editor : Redaksi
