Pelepasan cincin laher di jari pemuda Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto, mili.id - Pelepasan cincin yang terpasang di jari telunjuk pemuda di Mojokerto berlangsung dramatis dan membutuhkan waktu 3 jam, Kamis (31/7/2025).
Pemuda dengan keterbelakangan mental itu bernama Elmi Siswono (31), warga Dusun/Desa Tanjungan, Kecamatan Kemlagi.
Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi
Awalnya Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto menerima laporan dari petugas Puskesmas Kemlagi sekitar pukul 13.00 WIB. 5 personel pun diterjunkan ke rumah Elmi untuk melakukan evakuasi.
"Kami menerima laporan, ada seorang dengan kondisi cincin laher yang masuk di jari tidak bisa dilepas," ungkap Komandan Regu Damkar BPBD Kabupaten Mojokerto, Sukamto di lokasi.
Menurut Sukamto, ketika sampai di lokasi, kondisi jari telunjuk Elmi bengkak, hingga abses, dan tidak memungkinkan langsung dilakukan tindakan.
"Informasinya sudah berbulan-bulan (cincin laher ada di jari telunjuk Elmi), dan sekarang sudah terjadi pembengkakan," tambahnya.

Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto
Tidak hanya itu, Elmi sempat menolak saat jari telunjuknya disuntik bius.
Sehingga, polisi dan TNI yang berada di lokasi menyarankan agar Elmi dievakuasi ke Puskesmas Kemlagi, agar pembiusan bisa maksimal.
"Sempat kesulitan saat evakuasi (di rumah) jadi meminta bantuan kepolisian, dan relawan untuk dibawa ke Puskesmas Kemlagi," bebernya.
Dan sekitar pukul 15.30 WIB, proses pelepasan cincin baru bisa dilakukan, setelah pembiusan berhasil.
Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung
Pelepasan dilakukan dengan gerinda, karena laher itu cukup tebal dan keras. Pelepasan selesai dalam waktu 3 jam.
"Baru selesai ini, pukul 18.30 WIB. Lapisan luar yang tebal dari baja, dan lapisan bawah. Jadi harus bersabar, karena bahan terlalu keras," beber Sukamto.
Setelah cincin laher itu berhasil dilepas, Elmi dirujuk ke RSUD RA Basuni Kabupaten Mojokerto untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
Editor : Narendra Bakrie
