Menteri PU Minta Penambahan Tenaga Kerja untuk Percepat Proyek Sekolah Rakyat di Sampang

Menteri PU Minta Penambahan Tenaga Kerja untuk Percepat Proyek Sekolah Rakyat di Sampang © mili.id

Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meminta penambahan tenaga kerja untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Permintaan tersebut disampaikan guna mengejar target penyelesaian proyek pada 20 Juni 2

Mili.id — Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meminta penambahan tenaga kerja untuk mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Permintaan tersebut disampaikan guna mengejar target penyelesaian proyek pada 20 Juni 2026 dengan tetap menjaga kualitas konstruksi.

Dilansir dari Kompas, Dalam keterangan yang dikutip Senin (13/4), Dody menegaskan bahwa percepatan pekerjaan perlu diimbangi dengan pengawasan mutu, terutama menjelang tahap akhir konstruksi yang dinilai paling krusial. “Mohon dijaga kualitas kerjanya. Kalau bisa ditambah lagi pekerjanya supaya lebih cepat progres-nya, karena biasanya yang paling berat itu di tahap finishing,” ujarnya.

Baca juga: Semangat Berbagi Idul Adha, PLN Group Jatim Tebar Ribuan Paket Kurban

Data Kementerian PU mencatat, hingga 10 April 2026 progres fisik pembangunan telah mencapai 36,05 persen. Proyek ini saat ini didukung lebih dari 520 tenaga kerja yang bekerja secara intensif, termasuk lembur hingga dini hari untuk mempercepat penyelesaian.

Pembangunan SR Tahap II berlokasi di Desa Sejati dan Batu Karang, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, dengan luas kawasan sekitar 8,4 hektar. Proyek dilaksanakan oleh Satuan Kerja Pelaksanaan Prasarana Strategis Jawa Timur dengan kontraktor pelaksana WASKITA–CAG KSO.

Dalam peninjauan lapangan, Dody menyampaikan bahwa sejumlah infrastruktur dasar telah tersedia. Pasokan air bersih dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) telah berfungsi, sementara instalasi listrik sedang dalam tahap pemasangan. Ia juga menyoroti intensitas kerja di lapangan yang dinilai tinggi, dengan pekerja mencapai ratusan orang.

Baca juga: Inovasi Pendidikan Jatim Melesat, Kemendagri Sebut Jadi Contoh Nasional

Secara desain, Sekolah Rakyat Tahap II Sampang dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu yang mencakup jenjang SD, SMP, hingga SMA dengan kapasitas sekitar 1.000 siswa. Fasilitas yang dibangun meliputi ruang kelas, asrama siswa, rumah susun guru, masjid, kantin, gedung serbaguna, serta sarana olahraga seperti lapangan upacara, lapangan sepak bola, dan lapangan basket.

Pemerintah menilai proyek ini sebagai bagian dari upaya peningkatan akses pendidikan yang layak dan berkualitas di daerah, sekaligus mendukung pengembangan sumber daya manusia. Dody menyatakan harapannya agar proyek ini dapat menjadi contoh pembangunan infrastruktur pendidikan yang memenuhi standar mutu.

Di sisi lain, Kementerian PU sebelumnya juga mengakui bahwa sejumlah proyek Sekolah Rakyat di berbagai daerah masih mengalami keterlambatan. Dalam konteks tersebut, percepatan di Sampang menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memastikan target program nasional tetap tercapai.

Baca juga: Sekolah Rakyat Dharmasraya Ditarget Tuntas Juni 2026

Meski demikian, belum terdapat keterangan rinci terkait potensi risiko percepatan terhadap aspek keselamatan kerja maupun detail tambahan anggaran akibat penambahan tenaga kerja. Informasi tersebut masih menunggu penjelasan lebih lanjut dari pihak terkait.

Secara keseluruhan, percepatan pembangunan SR Tahap II Sampang menunjukkan fokus pemerintah pada penyelesaian proyek strategis pendidikan. Namun, efektivitas kebijakan ini akan sangat bergantung pada keseimbangan antara kecepatan pengerjaan, kualitas konstruksi, serta pengawasan teknis di lapangan.

Editor : Redaksi



Berita Terkait