Mili.id – Seorang warga negara asing (WNA) asal Inggris berinisial DJR ditemukan tewas gantung diri di ruang isolasi Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Kota Depok, Selasa (21/4/2026) sore.
Peristiwa ini mengejutkan petugas setelah korban diketahui sebelumnya diamankan terkait dugaan pelanggaran izin tinggal.
Baca juga: Balai Kota Depok Disulap Jadi Ruang Olahraga, Lapangan Tenis dan Jogging Track Gratis Segera Hadir
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP I Made Budi, mengungkapkan korban ditemukan sekitar pukul 15.20 WIB dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar mandi ruang isolasi.
Saat ditemukan, tubuh korban tergantung dengan posisi kaki mengarah ke belakang dan badan condong ke depan.
“Korban menggunakan kaos sebagai alat gantung diri, yang diikatkan pada celah pelapon pintu kamar mandi,” ujar Made Budi, Rabu (22/4/2026).
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh petugas Imigrasi yang curiga karena korban tidak berada di ruangannya. Setelah dilakukan pencarian, korban ditemukan di dalam kamar mandi yang terkunci dari dalam. Petugas kemudian mendobrak pintu dan mendapati korban telah meninggal dunia dalam posisi tergantung.
Mendapat laporan tersebut, jajaran Polsek Sukmajaya bersama Kapolsek AKP Rizky Firmansyah langsung mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Tim Inafis Polres Metro Depok turut diterjunkan untuk melakukan identifikasi.
“Hasil pemeriksaan awal tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun terdapat bekas jeratan di leher korban yang diduga akibat lilitan kaos,” jelas Made.
Dari keterangan saksi, korban sebelumnya diamankan petugas Imigrasi pada Senin (20/4/2026) di kawasan Pancoran Mas, Depok, karena diduga menyalahgunakan izin tinggal. Sejak saat itu, korban ditempatkan di ruang tahanan Imigrasi.
Baca juga: Ono Surono Evaluasi Penurunan Kursi PDIP di Depok, Target Rebut Kembali 10 Kursi DPRD
Petugas juga menyebut korban sempat terlihat mengalami tekanan atau stres selama berada dalam penahanan. Dalam olah TKP, polisi mengamankan barang bukti berupa kaos hitam yang digunakan korban.
Selain itu, hasil identifikasi awal juga menemukan sejumlah kondisi pada tubuh korban, termasuk bekas jeratan di leher. Untuk memastikan penyebab pasti kematian, jenazah korban telah dibawa ke RS Polri Kramat Jati guna dilakukan visum et repertum.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman terkait peristiwa tersebut, termasuk menggali keterangan dari saksi-saksi dan pihak Imigrasi.
Editor : Redaksi
