Mili.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Sudin Pemuda dan Olahraga (Pora) Jakarta Timur resmi menetapkan 15 pemenang Seleksi Pemuda Pelopor Jakarta Timur 2026 setelah melalui proses penilaian ketat. Para pemenang nantinya akan mewakili Jakarta Timur pada ajang tingkat provinsi yang dijadwalkan berlangsung Juni mendatang.
Kepala Seksi Kepemudaan Sudin Pora Jakarta Timur, Mohammad Zainuddin mengatakan, para peserta terpilih tidak hanya memperoleh uang pembinaan, tetapi juga kesempatan melaju ke tingkat provinsi hingga nasional.
Baca juga: Seleksi Pemuda Pelopor 2026 Jakarta Utara Dibuka, Cari Generasi Muda Inovatif
“Ada 15 pemenang Pemuda Pelopor yang nantinya mewakili Jakarta Timur di tingkat provinsi. Mudah-mudahan mereka bisa juara hingga ke tingkat nasional nanti,” ujar Zainuddin, Rabu (20/5).
Pada bidang pendidikan, juara pertama diraih Hikmiyah Salsabillaa El Rahma Rosyady, posisi kedua Fazhrul Sabila Nur Rohman, dan juara ketiga Khairina Kusuma Dewi.
Di bidang Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata, juara pertama diraih Muhammad Faiq Parikesit, disusul Maqrifah Niar Agustien di posisi kedua dan Juan Erly Sihombing di posisi ketiga.
Sementara di bidang pangan, juara pertama diraih Aisha Fathina Sakhi, juara kedua Afifah Luthfiyah, dan posisi ketiga Nur Angela Dewita.
Untuk kategori seni budaya, Wisnu Catur Hidayat keluar sebagai juara pertama, diikuti Inez Syahrani sebagai juara kedua dan Cahaya Nayla Rahma di posisi ketiga.
Sedangkan pada bidang inovasi teknologi, juara pertama diraih Aisyah Pratiwi, posisi kedua Giusto Nur Rais Al Amin, dan ketiga Eshan Raffi Khairy.
Salah satu pemenang yang menjadi perhatian adalah Muhammad Faiq Parikesit (20), mahasiswa semester dua Universitas Negeri Jakarta yang berhasil meraih juara pertama bidang lingkungan dan pariwisata melalui inovasi penanganan sampah di Kali Cakung Lama, RW 05 Rawa Terate, Kecamatan Cakung.
Faiq mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut dan berharap dapat melanjutkan prestasinya hingga tingkat nasional.
“Alhamdulillah bisa terpilih menjadi juara satu. Tentunya ini berkat dukungan orangtua, tim, pengurus RT RW dan kelurahan serta lintas sektor terkait yang selalu kolaborasi dalam penanganan sampah di RW 05 Rawa Terate,” katanya.
Dalam programnya, Faiq membentuk Komunitas Pencinta Kali Cakung yang beranggotakan 27 remaja setempat. Mereka rutin membersihkan sampah di aliran kali setiap akhir pekan dengan berkolaborasi bersama UPS Badan Air.
Selain itu, komunitas tersebut juga menjalankan Gerakan Memilah Daur Ulang Sampah (Gemilang), edukasi pencegahan kebakaran bersama Sudin Gulkarmat Jakarta Timur, hingga mendirikan pojok baca untuk meningkatkan minat baca anak-anak dan mengurangi ketergantungan terhadap gawai.
Editor : Redaksi
