Kobaran api membumbung tinggi di tengah permukiman padat Kampung Jao Dalam, Padang Barat, Kota Padang, saat kebakaran hebat menghanguskan puluhan bangunan, Jumat (12/6/2026) sore. Foto: Kompas
Mili.id— Kebakaran hebat melanda kawasan padat penduduk di Kampung Jao Dalam, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, Sumatera Barat, Jumat (12/6/2026) sore. Sedikitnya 34 bangunan hangus dilalap api, sementara puluhan warga terpaksa mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal.
Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 16.32 WIB di kawasan Pasar Raya Padang yang dikenal memiliki akses jalan sempit dan permukiman padat. Api dengan cepat membesar dan menjalar ke deretan rumah petak serta bangunan di sekitarnya.
Baca juga: Sekolah Rakyat Dharmasraya Ditarget Tuntas Juni 2026
Kepala Bidang Operasional dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi, mengatakan petugas mengalami kesulitan saat proses pemadaman karena lokasi dipenuhi kerumunan warga dan akses menuju titik api sangat terbatas.
“Objek yang terbakar berada di area padat penduduk dengan jalan sempit, sehingga proses penanganan membutuhkan upaya ekstra,” ujar Rinaldi.
Menurut laporan Peleton C Damkar Kota Padang, kobaran api pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Agha Bernarco (36). Saat melihat api membesar dari salah satu rumah petak, saksi langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran.
Mendapat laporan tersebut, Damkar Kota Padang langsung mengerahkan 10 unit armada dan sekitar 100 personel ke lokasi kejadian. Unit pertama tiba di lokasi pada pukul 16.40 WIB.
Selain petugas Damkar, proses pemadaman turut dibantu personel kepolisian, Satgas, PLN, serta Palang Merah Indonesia (PMI). Setelah berjibaku lebih dari satu jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.49 WIB.
Baca juga: Gunung Marapi Erupsi, Abu Vulkanik Capai 1,6 Kilometer
Berdasarkan data sementara, bangunan yang terbakar terdiri atas dua rumah utama, 32 unit rumah petak atau kontrakan, serta satu gudang penyimpanan suku cadang sepeda motor.
Nasrul (61) dilaporkan mengalami kerusakan berat pada satu rumah utama dan 13 pintu rumah petak yang dihuni delapan orang penyewa. Sementara Noza Elvita (37) kehilangan satu rumah utama dan 20 pintu rumah kontrakan yang dihuni 20 orang. Adapun gudang sparepart milik Helmi Yulfina (53) mengalami kerusakan ringan.
Akibat kebakaran tersebut, sebanyak 38 jiwa terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam insiden itu.
Meski demikian, kerugian materiil diperkirakan mencapai Rp 1,2 miliar dengan luas area terbakar sekitar 1.000 meter persegi.
Baca juga: Rumah Panggung Terbakar di OKU Selatan, Polisi Salurkan Bantuan untuk Korban
Petugas gabungan berhasil mencegah api merembet lebih luas sehingga sekitar 20 bangunan di sekitar lokasi dapat diselamatkan.
“Estimasi nilai aset yang berhasil diselamatkan mencapai Rp 2,5 miliar,” kata Rinaldi.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian.
Editor : Redaksi
