BEM FEB Unair Desak Pemerintah Tindaklanjuti Rekomendasi Ekonom

BEM FEB Unair Desak Pemerintah Tindaklanjuti Rekomendasi Ekonom © mili.id

mili.id – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (BEM FEB Unair) bersama sejumlah elemen mahasiswa dan masyarakat sipil menyampaikan pernyataan sikap terkait kondisi ekonomi nasional. Mereka mendesak pemerintah segera menindaklanjuti tujuh rekomendasi ekonom yang telah disampaikan sejak September 2025.

Kepala Departemen Kajian dan Aksi Strategis BEM FEB Unair, Yeni Mafrukah, mengatakan gerakan tersebut merupakan bentuk kepedulian terhadap kondisi bangsa sekaligus ajakan kepada berbagai pihak untuk mengawal kebijakan ekonomi nasional.

“Kami ingin mengajak seluruh elemen yang masih berpihak pada cita-cita bangsa untuk mendesak pemerintah menindaklanjuti tujuh desakan ahli ekonomi yang sudah disampaikan pada September 2025,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).

Dalam pernyataannya, mahasiswa menyoroti sejumlah isu strategis, mulai dari evaluasi pengelolaan APBN, penguatan independensi dan integritas lembaga negara, perlindungan terhadap UMKM dan pelaku usaha lokal, hingga reformasi regulasi guna menciptakan iklim investasi yang sehat.

Selain itu, mereka juga mendorong kebijakan yang berorientasi pada pengurangan ketimpangan sosial-ekonomi, pengambilan keputusan berbasis data dan kajian akademik, serta penguatan kualitas demokrasi dan tata kelola pemerintahan.

“Kami ingin pemerintah tidak meninggalkan kepakaran. Pergantian pemerintahan saja tidak bisa memperbaiki masalah sistemik. Pemerintah harus tetap memegang teguh kajian akademik,” tegas Yeni.

Berbeda dengan aksi mahasiswa pada umumnya, kegiatan kali ini tidak dilakukan melalui demonstrasi jalanan. BEM FEB Unair memilih menyampaikan pernyataan sikap sebagai bentuk kontrol sosial terhadap berbagai persoalan ekonomi yang dinilai perlu mendapat perhatian pemerintah.

“Diam bukan sebuah keberpihakan. Ketika kita diam, seolah-olah kita setuju dengan kondisi carut-marut perekonomian Indonesia saat ini,” katanya.

Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas di lingkungan Unair, BEM FEB Universitas Negeri Surabaya (Unesa), serta sejumlah elemen masyarakat sipil. Meski belum merencanakan aksi lanjutan dalam waktu dekat, mereka membuka kemungkinan melakukan konsolidasi kembali apabila situasi dinilai semakin mendesak.

Editor : Redaksi



Berita Terkait