Warga Kebraon Dukung Transparansi dan Sosialisasi Program DAKEL 2026

Warga Kebraon Dukung Transparansi dan Sosialisasi Program DAKEL 2026 © mili.id

mili.id – Warga Kelurahan Kebraon, Kecamatan Karangpilang, Surabaya, menunjukkan kepeduliannya terhadap pelaksanaan proyek pengurukan makam di kawasan Kebraon Gang V yang bersumber dari Dana Kelurahan (DAKEL) Tahun Anggaran 2026.

Masyarakat berharap pelaksanaan program pembangunan lingkungan tersebut dapat berjalan secara transparan dan akuntabel sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal oleh warga. Salah satu harapan yang disampaikan adalah adanya keterbukaan informasi mengenai Rencana Anggaran Biaya (RAB) proyek sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam mengawal penggunaan anggaran publik.

Ketua RW setempat, Agus Kiswanto, mengatakan bahwa keterbukaan informasi akan membantu masyarakat memahami rincian pelaksanaan kegiatan, termasuk penggunaan anggaran dan material yang digunakan dalam proyek pengurukan makam.

“Kami berharap informasi terkait proyek dapat disampaikan kepada masyarakat sehingga warga mengetahui proses dan pelaksanaan kegiatan yang dibiayai melalui Dana Kelurahan,” ujarnya.

Selain transparansi anggaran, warga juga memberikan perhatian terhadap kualitas material yang digunakan dalam pekerjaan pengurukan. Mereka berharap seluruh pekerjaan dilaksanakan sesuai perencanaan dan standar teknis yang berlaku agar memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan.

Tokoh masyarakat Kebraon, Moch. Ilyas, menilai bahwa perencanaan yang matang dan penggunaan material yang sesuai akan mendukung keberhasilan proyek pengurukan makam.

“Yang terpenting adalah pekerjaan dilakukan dengan perencanaan yang jelas dan menggunakan material yang sesuai dengan kebutuhan area pemakaman,” katanya.

Di sisi lain, warga mengapresiasi adanya komunikasi yang telah dilakukan dengan pihak Kecamatan Karangpilang terkait aspirasi masyarakat. Mereka berharap koordinasi antara pemerintah kelurahan, kecamatan, dan masyarakat dapat terus ditingkatkan guna menciptakan pelaksanaan program yang lebih terbuka dan partisipatif.

Warga juga mengusulkan agar sosialisasi program-program DAKEL Tahun Anggaran 2026 diperluas hingga tingkat RT dan RW. Langkah tersebut dinilai dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tujuan, manfaat, serta mekanisme pelaksanaan program pembangunan di lingkungan mereka.

Hingga saat ini, masyarakat masih menunggu penjelasan resmi dari pihak Kelurahan Kebraon terkait RAB proyek, mekanisme sosialisasi program DAKEL, serta spesifikasi material yang digunakan dalam pekerjaan pengurukan makam.

Warga berharap klarifikasi dan informasi yang disampaikan nantinya dapat memperkuat kepercayaan publik serta memastikan seluruh program pembangunan yang bersumber dari anggaran pemerintah berjalan secara transparan, akuntabel, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

Editor : Redaksi



Berita Terkait