Mili.id – Kematian RY (50), aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Bangkalan yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil dinas di kawasan Bandara Juanda, Sidoarjo, masih menyisakan misteri. Keluarga mengaku menemukan sejumlah kejanggalan karena korban sebelumnya masih beraktivitas dan berkomunikasi secara normal.
Kuasa hukum keluarga, Risang Bima Wijaya, mengatakan RY terakhir kali berpamitan kepada keluarga untuk berangkat kerja pada Kamis (18/6/2026). Tidak ada perilaku mencurigakan yang ditunjukkan korban sebelum menghilang.
Bahkan pada malam harinya, RY masih sempat menghubungi keluarga, melakukan video call, serta mengirim lokasi keberadaannya. Lokasi yang dibagikan menunjukkan korban berada di kawasan Pujon, Kabupaten Malang.
Baca juga: Isu Ribuan Kursi SMPN Hilang di Sidoarjo, Dikbud Beri Klarifikasi dan Sayangkan Konten Media Sosial.
Keluarga baru mulai khawatir setelah komunikasi dengan korban terputus. Di sisi lain, pihak kantor menyebut RY tidak masuk kerja sejak Jumat (19/6/2026) tanpa memberikan keterangan atau izin.
Baca juga: Pawon Jenggolo Hadirkan Sensasi Kuliner Nusantara Sepuasnya
Merasa ada banyak hal yang belum terungkap, keluarga akhirnya melaporkan kasus tersebut ke polisi. Mereka berharap penyelidikan dapat mengungkap penyebab kematian korban yang ditemukan di dalam mobil dinas di area Bandara Juanda dan menjawab berbagai kejanggalan yang muncul sebelum kematiannya.
Editor : Redaksi
