Mili.id – Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi Partai Golkar, Dr. Freddy Poernomo, menyerukan perang bersama melawan narkoba menyusul masih maraknya peredaran barang haram di Jawa Timur. Bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur, Freddy menggelar sosialisasi pencegahan narkoba yang menyasar masyarakat, kalangan santri, hingga generasi muda di Kabupaten Bojonegoro.
Menurut Freddy, pengungkapan kasus narkoba dalam jumlah besar belakangan ini menjadi bukti bahwa ancaman penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Jawa Timur masih sangat serius.
Baca juga: Ratusan Mahasiswa PMII Gelar Aksi di DPRD Jatim, Sampaikan 11 Tuntutan
"Narkoba ini sangat mengkhawatirkan. Pengungkapan kasus besar belakangan ini mengindikasikan masih banyak potensi kasus lain yang belum terungkap. Maka langkah pencegahan dan sosialisasi harus terus ditingkatkan," ujar Freddy saat menggelar reses di Pondok Pesantren Mamba'ul Ulum, Dusun Sumbergirang, Desa Jamberejo, Kecamatan Kedungadem, Bojonegoro, Senin (27/7/2026).
Ia mengungkapkan, sepanjang Juli 2026, BNN Provinsi Jawa Timur berhasil mengungkap peredaran ganja seberat 3,37 ton di Kabupaten Gresik serta 5,4 kilogram sabu-sabu di Bangkalan, Madura.
Bagi Freddy, keberhasilan aparat tersebut patut diapresiasi, namun di sisi lain menjadi alarm bahwa jaringan narkoba masih terus berupaya menyasar masyarakat, terutama kalangan muda.
Libatkan Pesantren dan Purnawirawan
Sosialisasi yang dilakukan tidak hanya ditujukan kepada masyarakat umum, tetapi juga menyasar lingkungan pondok pesantren. Salah satunya melalui kegiatan motivasi pencegahan narkoba kepada para santri di Pondok Pesantren Al-Rosyid, Kecamatan Dander, Bojonegoro.
Freddy menilai pesantren memiliki peran strategis dalam membangun karakter generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Ke depan, ia berencana memperluas gerakan pencegahan dengan menggandeng berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi purnawirawan TNI dan Polri seperti Pepabri, PP Polri, dan PP AD.
Baca juga: Golkar Jombang Kukuhkan 21 PK dalam Muscam XI, Target Raih 10 Kursi DPRD
"Ini ancaman serius bagi Jawa Timur, khususnya bagi anak-anak muda. Sosialisasi pencegahan harus dilakukan secara masif. Semua harus terlibat, tidak boleh hanya mengandalkan BNN maupun aparat kepolisian. Mari kita gaungkan bersama perang melawan narkoba," tegas anggota Komisi A DPRD Jawa Timur tersebut.
Petani Tembakau Keluhkan Krisis Air
Selain persoalan narkoba, Freddy juga menyerap aspirasi masyarakat terkait sektor pertanian dalam masa resesnya.
Petani tembakau di wilayah Kedungadem mengeluhkan sulitnya memperoleh air irigasi selama musim kemarau. Kondisi tersebut memaksa sebagian petani mengangkut air secara mandiri agar tanaman tetap bertahan.
"Problem pertanian di musim kemarau saat ini, khususnya petani tembakau di kawasan sini. Mereka harus bekerja ekstra keras hanya untuk memenuhi kebutuhan air irigasi," katanya.
Baca juga: Usai Penetapan di DPR, Golkar Nyatakan Adies Kadir Bukan Lagi Anggota Partai
Freddy mengaku telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro agar segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi persoalan distribusi air irigasi.
Ia juga meminta Pemerintah Provinsi Jawa Timur bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo lebih fleksibel dalam pengaturan distribusi air agar petani di wilayah hilir maupun kawasan perbukitan tetap mendapatkan pasokan air.
"Pemerintah hadir untuk melayani masyarakat. Jangan sampai aturan yang terlalu kaku justru membuat petani kesulitan mendapatkan air. Saya akan meminta Fraksi Golkar DPRD Jatim bersama DPR RI untuk memperjuangkan persoalan ini agar mendapat perhatian pemerintah pusat maupun provinsi," pungkasnya.
Freddy berharap sinergi seluruh pihak tidak hanya mampu memperkuat upaya pemberantasan narkoba di Jawa Timur, tetapi juga memberikan solusi nyata terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat, termasuk kesulitan air yang mengancam produktivitas pertanian di Bojonegoro.
Editor : Redaksi
