Indonesia Ajak Negara IORA Sinergikan Kepentingan Nasional untuk Implementasi Work Plan CGFM

Indonesia Ajak Negara IORA Sinergikan Kepentingan Nasional untuk Implementasi Work Plan CGFM © mili.id

Pertemuan Forum IORA CGFM/Foto KKP

Mili.id - Indonesia selaku Ketua IORA Core Group on Fisheries Management (CGFM) telah mendorong Negara Anggota IORA untuk memperkuat kerja sama sektor kelautan dan perikanan di kawasan melalui pengusulan program/aktivitas nyata untuk mengimplementasikan Rencana Kerja (Work Plan) Core Group. 

Hal ini disampaikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kementerian Luar Negeri pada Pertemuan Pertama IORA Core Group on Fisheries Management (CGFM) yang telah berlangsung secara virtual pada Rabu, 3 November 2021.

Baca juga: Kapal Asing Ditangkap di Selat Malaka: Berbendera Malaysia, Diawaki 5 WN Myanmar

Forum IORA CGFM sendiri merupakan functional body IORA yang telah disahkan oleh Council of Minister (COM) pada Pertemuan ke-20 COM tanggal 17 Desember 2020 dengan tugas menginisiasi, mengoordinasikan dan mengimplementasikan kerja sama terkait isu pengelolaan perikanan di IORA. Kerja sama tersebut didasarkan pada dokumen Rencana Kerja (Work Plan) yang mencakup 13 (tiga belas) Strategic Objectives terkait perikanan tangkap, perikanan budidaya, perdagangan produk serta pengelolaan ruang laut.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri KKP, Agung Tri Prasetyo selaku Co-Chair bersama Direktur Intrakawasan Asia Pasifika dan Eropa Kementerian Luar Negeri, Witjaksono menyampaikan pentingnya implementasi Rencana Kerja mengingat pandemi Covid-19 telah menunjukkan kerentanan sektor kelautan dan perikanan sekaligus membuktikan potensi besar peranan sektor ini terhadap pemulihan pasca pandemi. Selain itu, sektor kelautan dan perikanan juga merupakan sektor penting bagi negara-negara di kawasan Samudera Hindia.

"Indonesia memandang Samudera Hindia adalah masa depan dan berkomitmen menjalankan secara konkret 13 Strategic Objectives Work Plan CGFM IORA dengan prinsip mengedepankan kepentingan nasional dan menyinergikan dengan komitmen negara anggota IORA, dengan dukungan negara Mitra Wicara," ungkap M. Eko Rudianto, Pejabat Fungsional Pengawas Utama Perikanan KKP yang bertindak selaku Ketua Delri. Melalui siaran pers KKP, yang diterima redaksi Minggu (7/11)

Sebagai bentuk implementasi Rencana Kerja IORA CGFM tersebut, Indonesia telah menyelenggarakan “IORA Webinar on Regional Measures in Combating IUU Fishing” pada tanggal 26 Oktober 2021, serta berencana menyelenggarakan “Webinar on Developing Awareness Program and Mitigation Against Marine Debris Impacts Towards Sustainable Fisheries in IORA” pada tanggal 10 November 2021 mendatang.

Ia menyampaikan kedua webinar tersebut diharapkan dapat menjadi masukan awal untuk penyusunan pedoman penanggulangan sampah laut dan pemberantasan IUU Fishing di kawasan IORA.

Baca juga: PNBP SDA Perikanan Jadi Jawaban Keadilan Berusaha

Prancis selaku anggota termuda IORA juga menyampaikan komitmennya untuk menyelenggarakan workshop yang bertujuan untuk membahas lebih lanjut penyusunan pedoman pemberantasan IUU Fishing di kawasan IORA.

Pertemuan ini juga membahas implementasi Rencana Kerja IORA CGFM dalam hal data dan statistik yang diusulkan untuk fokus pada peningkatan dan penguatan sistem data dan statistik perikanan anggota IORA, melalui kegiatan capacity building atau penyediaan pendampingan oleh tenaga ahli. Hal ini mempertimbangkan kapasitas antar negara anggota IORA yang belum merata serta kebutuhan untuk meningkatkan kualitas submisi data oleh anggota kepada international mechanism lainnya seperti FAO, SEAFDEC dan RFMOs.

Sekretariat IORA yang diwakili oleh Plt. Sekretaris Jenderal IORA Secretariat kemudian melaporkan adanya intensi FAO untuk mendukung anggota IORA dalam hal ini.

Mengakhiri pembahasan, Indonesia kembali mendorong anggota IORA untuk mengusulkan kegiatan/program nyata ke depannya. Sekretariat IORA turut mendorong dengan menyampaikan adanya mekanisme IORA Special Fund yang dapat dimanfaatkan untuk membiayai kegiatan, serta potensi dukungan dari Mitra Wicara IORA seperti Tiongkok, Mesir, Jerman, Italia (melalui forum Italia-IORA), Jepang, Korea Selatan, Inggris dan Amerika Serikat.

Baca juga: Pulau di Indonesia Tak Bisa Diperjualbelikan!

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan bahwa pembangunan sektor kelautan dan perikanan Indonesia tidak dapat dilakukan sendiri oleh KKP, sehingga adalah penting dan strategis adanya partisipasi dan dukungan para pihak di dalam dan luar negeri.

Sebagai informasi, pertemuan sendiri diikuti oleh 13 anggota IORA yaitu Indonesia, Thailand, Australia, Bangladesh, Prancis, Kenya, Maladewa, Mauritius, Oman, Tanzania, Afrika Selatan, Iran dan India, serta Sekretariat IORA. Hasil pertemuan akan dilaporkan pada Council of Senior Officials (CSO) Meeting yang akan dilaksanakan pada tanggal 15-16 November 2021 mendatang.

 

Editor : Redaksi



Berita Terkait