Korban Bus Rombongan Partai Hanura asal Mojokerto Sempat WA Ibunya jika Sopir Ngantuk

Korban Bus Rombongan Partai Hanura asal Mojokerto Sempat WA Ibunya jika Sopir Ngantuk © mili.id

Tante korban saat menunjukan foto semasa hidup korban. (Nana/Mili.id)

Mojokerto - Korban asal Desa Mojolebak, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto peserta rombongan Partai Hanura di Tol Solo-Ngawi (JSN) kilometer 554 meninggal dunia di lokasi, Minggu (4/2/2024).

Bahkan, Hadi Umar Farouq (20) anak bungsu dari pasangan Sumarto (50) dan Fatimah (50) ini sempat mengirim pesan singkat ke ibunya jika sang sopir terlihat mengantuk. Kecelakaan Maut ini terjadi sekitar pukul 06.17 WIB.

Hal ini disampaikan tante korban Dian saat dikonfirmasi mili.id di rumah duka sembari menanti jenasah almarhum yang masih berada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Soeroto Ngawi.

"Tadi pagi sempat wa ibunya juga, bu sopirnya ngantuk. Pagi jam 6 berapa gitu loh, pas pulang sudah perjalanan (Jakarta-Surabaya). Itu sudah di tol," ujarnya dalam kondisi berkabung.

Namun, Dian masih belum bisa menunjukkan isi chat ibu dan anak tersebut. Lantaran, kedua orang tua korban masih berada di Ngawi untuk menjemput jenazah pemuda yang aktif di karang taruna setempat ke rumah duka.

"Ini tadi katanya, saya kan belum di rumah ini tadi. Perjalan dari Blitar saya, soalnya ibunya langsung berangkat ke rumah sakit (Ngawi), untuk proses mensucikan (korban)," sebut adik kandung dari ayah korban.

Korban yang merupakan alumni jurusan mesin tahun 2022 SMK Jetis, Kabupaten Mojokerto ini diketahui keluarga sedang mempersiapkan diri untuk mendaftarkan diri mendaftar Akpol pada bulan Maret 2024 nanti.

"Rencana mau daftar Akpol bulan 4 nanti tahun ini, lulus tahun 2022. Anak ini gak pernah kemana-mana, baru kemarin ditawarin temannya ikut event ini," jelasnya.

Dian yang masih belum mengetahui jika keponakannya terlibat kecelakaan dalam bus rombongan Satgas Pengamanan Partai Hanura.

Sebelumnya, dua warga Kabupaten Mojokerto dikabarkan menjadi korban kecelakaan bus rombongan Satgas Pengamanan Partai Hanura di Jalan Tol Solo-Ngawi (JSN) kilometer 554 Minggu (4/2/2024) pagi. Satu diantaranya meninggal dunia.

Korban meninggal dunia diketahui Hadi Umar Farouq (20) pemuda asal Desa Mojolebak, Kecamatan Jetis. Sedangkan Veri Enda Setiyawan, 37, warga Desa Pulorejo, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto mengalami luka-luka.

Saat itu, sekitar pukul 06.17 WIB keduanya bersama 52 penumpang lainnya, termasuk kernet dan sopir, sedang perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya.

Baca juga: Dengan Semangat Kemerdekaan RI, PLN Gencarkan Promo Tambah Daya 50 Persen di Darmo Free Day

Editor : Achmad S



Berita Terkait