6 bocah ingusan diduga hendak perang sarung diajak wisata merawat ODGJ (Foto: Satpol PP Surabaya)
Surabaya - Patroli Asuhan Rembulan Satpol PP Surabaya menggagalkan perang sarung yang diduga hendak dilakukan 6 bocah ingusan.
Petugas Satpol PP Surabaya mengamankan 6 bocah yang diduga hendak perang sarung di Jalan Kapas Madya Gading pada Rabu (13/3/2024) sekitar pukul 01.12 WIB.
Baca juga: Kejari Surabaya Tangkap Ibu-Anak Buron Korupsi Rp4,75 Miliar, Buron Empat Tahun
Kasatpol PP Surabaya, M. Fikser mengatakan, keenam bocah yang kurang pengawasan orangtua itu dijangkau jajaran Projopati Kelurahan Gading berikut barang bukti empat buah sarung.
"Kami melakukan giat rutin Asuhan Rembulan. Dan dari giat tersebut, tepatnya di wilayah utara, berhasil menjangkau anak-anak yang diduga hendak perang sarung," jelas Fikser.
Informasi yang dihimpun mili.id, 5 dari 6 anak tersebut masih di bawah umur, yaitu FJ (13), SA (14), MM (14), DS (17), IM (18), serta AR (20).
Mereka langsung diajak ke Lingkungan Pondok Sosial (Liponsos) Keputih Surabaya untuk menjalani sanksi merawat Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), mulai memotong kuku, rambut, memandikan serta memberi makan dan minum.
6 bocah ingisan diduga hendak perang sarung didata Satpol PP Surabaya
"Kami ingin dengan adanya sanksi sosial tersebut, agar adik-adik tidak melakukan tindakan yang bisa merugikan orang lain serta merugikan diri mereka sendiri," tambahnya.
Baca juga: Gerak Cepat Pemkot Surabaya Sidak Gion Spa, Management Kooperatif
Setelah rampung menjalani sanksi sosial, sore ini pihak orangtua mereka dipanggil. Selain itu, Satpol PP juga mendatangkan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A-PPKB) guna melakukan outreach.
"Kita akan data mereka, kita panggil orangtuanya supaya orangtuanya memperhatikan anak-anak mereka. Jadi kalau anak belum pulang, seharusnya orangtua cari mereka dan menjadi tanggungjawabnya orangtua," tegasnya.
Fikser menuturkan, giat patroli Asuhan Rembulan selama bulan suci ramadan ini lebih digencarkan, sesuai instruksi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi. Mengingat, fenomena perang sarung ini kembali marak dalam beberapa kali tiap menginjak bulan ramadan belakangan.
"Kami akan terus lakukan patroli pada bulan suci ramadan ini. Kami akan menyisir jalan meminimalisir terjadinya gangguan ketertiban umum yang dilakukan oleh anak-anak bahkan remaja. Karena fenomena perang sarung ini kan muncul saat bulan puasa, sehingga kami perketat pengawasannya," ungkap dia.
Baca juga: Cegah Jukir Tidak Resmi, Dishub Surabaya Tempel Foto Petugas di 819 Titik Parkir
Fikser berharap seluruh elemen masyarakat juga ikut serta dalam menjaga ketentraman dan ketertiban umum di lingkungan mereka.
Tak hanya itu, jika masyarakat mengetahui adanya indikasi perang sarung, balap liar serta tawuran antar kelompok, bisa menghubungi petugas terdekat maupun Command Center 112.
"Kami merasa terbantu jika warga Surabaya memberikan informasi kepada kami jika adanya indikasi aktivitas negatif. Untuk itu warga bisa menghubungi kanal Command Center 112, atau bisa melalui media sosial Satpol PP Surabaya," pungkasnya.
Editor : Narendra Bakrie
