Kaligrafi Pipa Buatan Dua Sahabat di Probolinggo, Berawal Iseng Berbuah Manis

Kaligrafi Pipa Buatan Dua Sahabat di Probolinggo,  Berawal Iseng Berbuah Manis © mili.id

Kaligrafi lampu dari pipa buatan dua sahabat di Probolinggo. (Ahsan/Mili.id)

Probolinggo - Bermula dari hobi dan kini sudah mampu membuat dua orang sahabat meraup keuntungan besar berkat kerajinan tangan yang sudah ditekuninya selama beberapa tahun terakhir. Terlebih menjelang hari raya idul fitri membuat peminatnya bertambah.

Kerajinan tangan berupa kaligrafi lampu paralon ini sudah ditekuni Erwin Andi Prastika, warga Kelurahan Wiroborang, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo dan Yuzak Pamungkas, warga Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo sejak 5 tahun terakhir.

Baca juga: Hari Bhayangkara ke -80, Polres Probolinggo Salurkan Bantuan Alat Pertanian dan Droping 10 Ribu Liter Air Bersih di Banyuanyar

Kini menjelang hari raya idul fitri pemesanan seni kaligrafi lampu paralon meningkat 2 kali lipat. Banyak warga memesannya untuk menghiasi ruang tamu maupun kamarnya, hanya saja perbedaannya harga akan jauh berbeda jika grafik kaligrafi yang dipesannya lebih banyak motif dan rumit.

Lampu hias seni kaligrafi dibuat dua orang sahabat ini hanya berbahan pipa PVC yang biasanya dijadikan penyaluran air di bersih di rumah. Namun, dari pipa tersebut nantinya akan diukir sesuai dengan pesanan menggunakan mesin bor kecil hingga membentuk lafadz.

"Untuk pengerjaannya cukup memakan waktu dan harus benar-benar fokus saat mengukir pipa dengan mesin bor. Biasanya untuk pengerjaannya kami lakukan dari jam 9 pagi sampai waktu buka puasa, kalau banyak pesanan seperti sekarang ya sampai sahur," kata Yuzak, Sabtu (23/3/2024).

Pembuatannya lampu hias kaligrafi paralon ini, lanjut Yuzak, pipa terlebih dahulu dipotong sesuai dan ukurannya dengan pesanan, lalu menyiapkan kertas yang sudah ada lafadz atau nama-nama islami, kemudian kertas tersebut ditempelkan ke pipa barulah diukir menggunakan mesin bor.

Baca juga: Khofifah Sebut Pesantren Benteng Moral Bangsa, Genggong Jadi Inspirasi Generasi Santri

"Jadi butul telaten dan teliti, kalau makin detail ukirannya ya lampu hiasnya akan makin mahal. Ini kami lakukan, berawal dari iseng-iseng, kemudian jadi hobi dan sekarang malah jadi bahan utama kami untuk menabung. Hasil penjualan kadang dikasihkan ke orang tua," ungkapnya.

 Kaligrafi lampu dari pipa buatan dua sahabat di Probolinggo. (Ahsan/Mili.id) Kaligrafi lampu dari pipa buatan dua sahabat di Probolinggo. (Ahsan/Mili.id)

Sementara Erwin Andi Prastika mengatakan, jika momentum bulan ramadhan ini dan mendekati hari raya idul fitri pesanan makin meningkat hingga 2 kali lipat. Pemesan biasanya meminta dibuatkan motif lafadz Allah dan Muhammad hingga ayat dari Al-Qur'an.

Baca juga: Apes, Maling di Gading Probolinggo Remuk di Amuk Warga

"Alhamdulillah, sebelumnya juga kita sudah menyelesaikan pesanan dari salah satu pesantren di wilayah Pasuruan yang memesan kalimat syahadat dalam waktu satu bulan. Kalau momen seperti sekarang paling banyak dipesan itu ukiran ayat-ayat," jelasnya.

Untuk harganya sendiri, menurut Erwin, tergantung pemesanannya, jika ukuran lebih besar dan ukirannya serta lampunya lebih banyak maka harganya akan mahal bahkan bisa sampai jutaan rupiah.

"Tapi kalau yang biasa-biasa saja, itu kami buka dari harga Rp70 ribu. Tidak hanya motif islami saja yang kami sediakan, tapi kalau dimomen seperti sekarang lebih banyak ke kaligrafi, sekarang saja sedang mengerjakan pesanan dari Pesantren Nurul Jadid Paiton," pungkasnya.

Editor : Achmad S



Berita Terkait