Tas Digondol Maling, Janda Jember Penjual Bensin Eceran Lemas

Tas Digondol Maling, Janda Jember Penjual Bensin Eceran Lemas © mili.id

Korban Faridatul Hasanah di depan kios bensinnya. (Hatta for Mili.id)

 

Jember - Kios bensin eceran milik Faridatul Hasanah (40), di Jalan MH. Thamrin, Dusun Krajan, Desa Ajung, Kecamatan Ajung, Jember menjadi sasaran komplotan pencuri dengan modus sebagai pembeli bensin.

Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024

Pelaku berjumlah tiga orang ini berhasil membawa kabur tas milik korban yang berisi uang ratusan ribu rupiah.

"Saat itu kejadiannya sekitar pukul 2 dini hari, ada tiga orang. Satu perempuan agak dewasa dan dua laki-laki masih muda. Mereka datang beli satu botol bensin," ujar Faridatul saat dikonfirmasi sejumlah wartawan di rumahnya, Senin (8/4/2024).

Selanjutnya salah seorang pelaku membayar dengan selembar uang pecahan Rp 100 ribu, dan untuk memberikan uang kembalian, korban masuk ke dalam rumah, dan korban meninggalkan tas miliknya di meja depan rumah.

Ketika itu tidak ada perasaan curiga korban pada pelaku, dan ketika korban kembali untuk memberikan uang kembalian pada pelaku, ternyata mereka sudah tidak ada ada.

"Setelah saya keluar lagi maksudnya memberikan uang kembalian, ternyata mereka bertiga sudah pergi. Saat itulah saya baru teringat bila meninggalkan tas di meja, dan ketika saya melihat ke arah meja tersebut ternyata tas saya sudah tidak ada di tempatnya lagi," sambungnya.

Kontan saja hal itu membuat korban lemas, karena isi dalam tas miliknya itu berisi uang lebih dari Rp 500 ribu., juga dokumen-dokumen penting.

Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar

"Padahal uang itu rencananya buat beli baju Lebaran tiga anak saya. Tapi malah dibawa kabur. Selain uang, yang hilang ada surat-surat penting, kartu Penerima bantuan PKH, dan lain-lain. Semua dokumen itu penting," ucapnya dengan raut wajah sedih.

Terkait kejadian yang menimpanya itu, lebih lanjut kata Faridatul, dirinya mengaku tidak melaporkan kejadian pencurian itu ke polisi.

"Ini karena saya lengah, saya juga tidak lapor polisi," katanya. Tanpa menjelaskan alasan detail, dirinya tidak lapor polisi.

Baca juga: Tas Tertinggal, Pria Ini Nekat Bawa Pulang Penumpang KA di Stasiun Semarang Tawang

Terkait pencurian yang dialami Faridatul, salah seorang tetangga korban Agus Wibisono juga ikut membenarkan.

Kata Agus, sehari-hari korban yang punya tiga orang anak itu, kerja banting tulang sendiri, setelah tidak bersuami.

"Korban itu memang hanya jualan bensin eceran. Suaminya saya tidak tahu. Setahu saya janda gitu. Kejadiannya mau sahur itu. Ya namanya juga jualan, dan sampai malam bukanya. Apalagi sini kan jalan besar. Jalur Banyuwangi - Jember juga," kata Agus.

Editor : Aris S



Berita Terkait