SMP Labschool Unesa 3 Gelar Proyek Kelulusan Bertajuk Merdeka Belajar

SMP Labschool Unesa 3 Gelar Proyek Kelulusan Bertajuk Merdeka Belajar © mili.id

SMP Labschool Unesa 3 Gelar Proyek Kelulusan Bertajuk Merdeka Belajar (Foto: Bejo/mili.id)

Surabaya - Untuk menciptakan anak didik yang berkualitas, SMP Labschool Unesa 3 Surabaya menggelar kegiatan proyek kelulusan dengan berbagai macam inovasi yang bertajuk "Merdeka Belajar".

Kegiatan itu merupakan salah satu fasilitas sekolah yang sesuai bakat dan potensi peserta didiknya lewat proyek kelulusan kelas 9 sebagai penerapan program Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dari kurikulum Merdeka Belajar.

Baca juga: Tak Ditemukan Unsur Pidana, Kejari Surabaya Hentikan Penyelidikan Keuangan RSUD Dr. Soetomo

Kurikulum Merdeka Belajar itu dicanangkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Kepala SMP Labschool Unesa 3, Dian Hijrah Saputra mengatakan, kegiatan tersebut merupakan hasil karya yang dikerjakan oleh peserta didik kelas 9, mulai dari membuat produk parfum, buah tangan, makanan hingga gim.

"Mereka harus bertanggungjawab dengan karyanya sendiri melalui presentasi karena ada juri yang bertanya. Dan saya lihat pertanyaan-pertanyaannya benar-benar detail artinya kalau pekerjaannya itu tidak plagiat," terang Dian, Kamis (6/6/2024).

SMP Labschool Unesa 3 Gelar Proyek Kelulusan Bertajuk Merdeka BelajarSMP Labschool Unesa 3 Gelar Proyek Kelulusan Bertajuk Merdeka Belajar

Dia meyakini hal itu karena jawaban yang dilontarkan para peserta didik sangat baik serta detail.

"Saya yakin itu menuntut untuk setiap siswa benar-benar serius mengerjakan pekerjaannya sendiri," jelas dia.

Pihaknya berharap lulusan SMP Labschool Unesa 3 tidak hanya memahami teori pembelajaran, tapi juga dapat mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga: Ribuan Mahasiswa Kepung Grahadi, Soroti Ekonomi hingga HAM dalam Aksi Besar Aliansi BEM Surabaya

"Apa yang mereka dapatkan dari Kurikulum Merdeka Belajar di sekolah, bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari melalui hasil karya dari anak-anak," tuturnya.

Dengan pameran P5 ini, bisa menunjukkan kecintaan peserta didik terhadap Indonesia melalui inovasi dan kreativitas.

Sementara salah seorang peserta didik bernama Salma Naafi Taskiah yang membuat produk parfum mengaku senang dengan adanya kegiatan tersebut, bahkan mempersiapkannya dengan semangat.

"Pembuatannya memang cuma satu hari saja, tapi yang paling lama itu mengumpulkan bahan-bahannya karena ini organik," ungkap dia.

Baca juga: Tragedi Gorong-gorong Margorejo, Eri Cahyadi Tegur Keras Kontraktor dan Dinas

Kenapa memilih produk tersebut? Katanya karena saat memilih parfum selalu kurang cocok dengan dirinya.

"Jadi biasanya buat kulit iritasi. Jadi saya membuat parfum yang baik di kulit, itu juga terasa nyaman dan tahan lama," katanya.

Bukan hanya pihak sekolah yang merasa bangga dengan karya dari para siswanya, wali murid juga ikut merasakan senang dan bangga apa yang dilakukan anak-anaknya seperti yang dirasakan Lutfi, salah satu wali murid.

"Kami sebagai orangtua sangat senang dan bangga atas karya dan inovasi dari anak saya. Kegiatan seperti ini yang harus dilakukan oleh sekolah lainnya agar minat dan bakat anak bisa terealisasi," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait