Salah satu menu sambelan di Warung Wader Bu Tin Khas Majapahit (Foto: Nana/mili.id)
Mojokerto - Kawasan Kolam Segaran yang terletak di Dusun Unggahan, Desa Trowulan, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur memang terkenal dengan deretan warung sambelan wader.
Namun, ada satu warung makan yang otentik rasa sambal terasinya. Sebab warung ini memilih terasi udang, didatangkan langsung dari Tuban.
Letaknya berada dalam gang, tepat di samping Kantor Kepala Desa Trowulan yang berdiri sejak Tahun 1990 silam. Dinamai dengan Warung Wader Bu Tin Khas Majapahit.
Pemilik sekaligus pengolah masakan segar rumahan ini, Rukiyatin, merupakan penduduk asli sekitar. Di mana area tersebut dikenal dengan komplek percandian pada masa Mahapatih Gajah Mada.
"Buka sejak 90-an. Saya namai khas Majapahit, karena memang saya asli orang sini," ucap wanita berusia 64 tahun ini, Rabu (19/6/2024).
Pembeli yang datang pun bebas memilih lauk yang akan disandingkan dengan sambel segar yang diolahnya bersama tiga pekerja warungnya.
Ada sambel wader, belut, lele, udang, hingga ayam. Harganya berkisar dari Rp20 hingga 25 ribu, lengkap dengan nasi putih hangat.
Untuk memanjakan lidah pengunjung, Bu Tin-sapaan akrab Rukiyatin juga menyajikan botokan maupun pepes dengan harga cukup terjangkau.
Pepes itu hanya dibandrol Rp 4.000 sampai Rp 7.000 per bungkus daun pisang. Mulai dari botok luntas, simbukan, ontong pisang, tahu tempe, udang, patin, jeroan ayam dan pepes pindang.
Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian
"Kalau sambelan mulai harga Rp 20.000 untuk wader, dan Rp 25.000 yang belut. Belut harganya memang paling tinggi. Kalau sambelan udang cuman Rp 23.000 per porsi," terang Bu Tin.
Tak hanya aneka pilihan lauk, botokan dan pepes, warung yang berada di samping Museum Majapahit Trowulan ini juga memanjakan pengunjungnya dengan pilihan tingkat kepedasan yang ditawarkan.
Bahkan pengunjung yang kurang menyukai aroma khas terasi bisa request dibuatkan sambel segar tanpa terasi.
"Monggo bu, sambelnya mau sedang, pedas, pedas sekali. Boleh satu cabai, tiga, lima, atau tujuh cabai," sapa Bu Tin saat ada pelanggan yang datang dan ingin memesan sambelan segarnya.
"Saya sambelan welut (belut) cabai satu saja bu, pakai terasi yah," ucap Wijaya, salah satu pelanggan yang ingin menikmati makan siang di depan kolam segaran.
Pria asal Tulungagung ini mengaku sering menikmati makan siang di warung yang cukup sederhana tersebut. Katanya, menu di warung milik Bu Tin ini memiliki citarasa yang nikmat dan khas rumahan.
"Kebetulan warung sambelan ini salah satu favorit saya saat berkunjung ke area Trowulan. Ikannya segar, dan sambelannya juga pas di lidah saya," pungkas pria yang sudah 15 tahun menetap di Bumi Majapahit ini.
Editor : Narendra Bakrie
