Jaring Bakat Player ML, Moonton Gelar Turnamen Antar SD di Surabaya dan Malang

Jaring Bakat Player ML, Moonton Gelar Turnamen Antar SD di Surabaya dan Malang © mili.id

Grand Final MLBB Goes To School yang digelar di Galaxy Mall, Surabaya. (foto: Zain ahmad/mili.id)

Surabaya - Turnamen Mobile Legends Bang-Bang (MLBB) Goes To School di Surabaya dan Malang yang digelar sejak 18 Maret hingga 29 Juni memasuki babak grand final hari ini, Minggu (30/6/2024).

Puncak acara yang digelar di Galaxy Mall, Surabaya itu mempertemukan empat tim dari sekolah dasar (SD) di Surabaya dan Malang, yang masing-masing dua tim.

Baca juga: Warga Barata Jaya Tolak Spiritshaus, Satpol PP Ancam Segel Gerai Ilegal

Senior Manager of Business Development and Community Moonton Games, Erina Tan mengatakan, turnamen ini diadakan salah satunya untuk mengembangkan usahanya di bidang e-sport.

Tak hanya pembinaan prestasi di tingkat atas, kini MLBB Indonesia mencoba hal baru dengan masuk ke jenjang anak sekolah dasar.

"Kegiatan ini digelar sebagai wadah bagi anak-anak SD yang kini sedang dalam masa libur sekolah. Dari kegiatan ini, diharapkan anak-anak tersebut dapat mengeluarkan passion-nya di bidang permainan melalui sebuah turnamen," ungkap Erina.

"Main game dan main di sekolah itu kelihatan di permukaan sangat kontradiktif tapi ditinjau sekarang banyak potensi besar. Anak-anak piawai dengan gawainya," tambahnya.

Erina mengungkapkan, dari hasil survey Moonton ketika turun ke daerah menemukan anak-anak yang main bareng (mabar) dengan serius menggunakan strategi, memiliki skuad.

Atas dasar itu, melalui game ini pihaknya berkomitmen mengajak anak-anak dapat menggunakan gawainya dan bermain game dengan positif, penuh tanggung jawab dengan tetap mengutamakan pendidikannya.

Baca juga: DPRD Desak Pemkot Dengarkan Penolakan Warga Terhadap Spiritshaus Barata Jaya

"Kami ingin seriusin (game) bukan sekadar hiburan tapi ada program di mana kami ingin masuk ke lebih banyak sekolah, dan juga lebih ke edukasi ke generasi lebih dewasa juga seperti orang tua, guru masih minim edukasi mengenai manfaat dari game itu sendiri," jelasnya.

Erina pun berharap, melalui turnamen ini, dapat memberikan pengalaman bagi anak-anak yang memiliki cita-cita sebagai gamer. Sehingga, ketika nanti sudah masuk usia 16 tahun syarat minimal turnamen sudah terasah, pada akhirnya bisa membawa prestasi bagi Indonesia.

"Sekarang fokus kami memberikan pengalaman ke mereka bahwa begini loh pengalaman menjadi pro player. Ke depan kami harap ada inspirasi dari sana (pro player) untuk mereka sekarang jadi mabar ada tujuan jelas bukan sekadar main saja. Kalau fokus industry gaming maka kesempatan sangat terbuka," tuturnya.

Kepala Sekolah SDN Percobaan I Kota Malang, Rahmad Suliadi mengapresiasi program dari Moonton tersebut karena memberikan sesuatu yang baru bagi anak-anak SD.

Baca juga: Dafam Pacific Caesar Surabaya Hadirkan "The Late Shift", Sajikan Pengalaman Kuliner Larut Malam

"Bagaimana mengisi liburan dengan baik. Sebelum libur kami mandatkan ke orangtua mendampingi anak terkait ibadahnya, lalu olahraganya. Misal olahraga kreatif seperti Mobile Legend ini positif kan ada teamworking, ini juga kami tanamkan ke siswa,” ujarnya.

Sementara salah satu peserta, M Caturozi dari SDN Percobaan I Kota Malang mengaku senang bisa terpilih untuk membela sekolahnya di ajang ini.

"Pertama karena coba-coba ingin juara. Rasanya senang karena bisa nambah pengalaman. Saya juga senang main mobile legend. Pengen jadi pro player nantinya," kata Catur.

Editor : Aris S



Berita Terkait