Puluhan Warga Geruduk Rumah Pemuda di Mojokerto: Tertipu Loker, Kerugian Ratusan Juta

Puluhan Warga Geruduk Rumah Pemuda di Mojokerto: Tertipu Loker, Kerugian Ratusan Juta © mili.id

Puluhan warga korban penipuan lowongan kerja dari berbagai wilayah mendatangi Kantor Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Kota Mojokerto, Rabu (3/7/20204) - (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto - Puluhan warga menggeruduk Lingkungan Kradenan, Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajuritkulon, Kota Mojokerto untuk menemui Tegar Defri Breliando.

Pemuda 21 tahun ini digeruduk warga lantaran diduga menipu dengan cara mengiming-imingi lowongan kerja (loker) di salah satu pabrik kertas di Tarik, Sidoarjo.

Baca juga: Ratusan Relawan Mojokerto Ikuti Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran, Ini Kata Cak Sumardi

Puluhan warga yang merasa ditipu beramai-ramai mendatangi Kantor Kelurahan Kauman, Kecamatan Prajurit Kulon, Rabu (3/7/2024).

Unsur tiga pilar pun turun tangan untuk memediasi perwakilan korban dengan Defri di ruang pertemuan Kelurahan Kauman.

Wibowo Mulyo, salah satu perwakilan korban menjelaskan, awalnya dia tertarik dengan tawaran kerja itu. Namun sebagai syarat awal, akhir Mei lalu dia diminta untuk membayar uang melalui orang perantara dari Defri.

"Waktu itu saya percaya, karena dia (Defri) teman saya sendiri," beber Wibowo.

Warga Desa Bandung, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto itu menyebut, nominal yang dibayarkan sebagai biaya administrasi awal adalah Rp 3,5 juta. Usai dilunasi, Defri menjanjikan dirinya untuk masuk kerja mulai kemarin.

"Dijanjikan Selasa (2/7/2024) masuk, ternyata tidak," tambahnya.

Wibowo tidak sendiri. Total ada 82 pencari kerja lainnya yang juga tertipu bujukan Defri. Para korban tidak hanya dari Kota Mojokerto, tapi juga Kabupaten Mojokerto, Jombang, hingga Sidoarjo.

Sehingga, total kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

"Karena sama semua bayar Rp 3,5 juta untuk admin itu," sebut Wibowo.

Sejak Selasa (2/7/2024) malam, puluhan korban telah mendatangi rumah Defri. Karena tidak ada titik temu, mereka kembali melakukan aksi serupa pada Rabu (3/7/2024) pagi hingga kemudian dilakukan mediasi.

Baca juga: Razia Gabungan di Lapas Mojokerto, Tak Ditemukan Narkoba dan Ponsel di Kamar Hunian

Dalam mediasi yang dipimpin Lurah Kauman Bagiyo Utomo itu, dipertemukan antara Defri dengan perwakilan korban dan disaksikan TNI-Polri.

Setelah tiga jam lebih, akhirnya mereka bersepakat permasalahan penipuan loker itu diselesaikan secara kekeluargaan.

Ditemui setelah mediasi, Defri mengakui perbuatannya menipu 82 orang tersebut. Ia nekat melakukan aksinya karena terlilit hutang.

"Iya saya nipu, untuk bayar hutang. Hutang pribadi saya," ujarnya.

Defri membeberkan, aksi penipuan yang dilakukan sejak Mei lalu itu sudah meraup uang hingga kurang lebih Rp 250 juta. Dan, seluruhnya kini sudah tidak tersisa untuk melunasi utangnya.

"Sudah habis," tegasnya.

Baca juga: Dari Kandang Binaan ke Meja Warga, Kurban Berkah BAZNAS Mojokerto Hidupi Peternak dan Ribuan Mustahik

Aksi penipuan berkedok loker tersebut sempat berjalan mulus dengan dibantu temannya. Melalui kaki tangannya itu dia mencari calon korban untuk ditawari masuk ke perusahaan yang dulu pernah menjadi tempat kerjanya.

"Dulu pernah kerja (pabrik kertas) di bagian produksi. Sekarang sudah nggak kerja, nganggur," ujarnya.

Modusnya, Defri mengaku mematok uang bervariatif untuk setiap orang. Mulai dari Rp 1 juta, 2 juta, hingga Rp 3,8 juta.

Sesuai yang disepakati dalam mediasi, Defri menyatakan akan bertanggungjawab untuk mengembalikan uang para korban dengan menjual rumah dalam tempo paling lambat 6 bulan dari sekarang.

"Dijual rumah warisan untuk menutup kerugian (para korban)," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait