5 Pantangan di Malam Satu Suro, Melanggar Awas Sial

5 Pantangan di Malam Satu Suro, Melanggar Awas Sial © mili.id

ilustrasi (iStock: hofred)

Mili.id - Peringatan satu Suro jatuh pada tanggal 8 Juli 2024 mendatang, tepatnya pada hari Senin. Sementara malam Satu Suro jatuh pada sehari sebelumnya, yakni Minggu 7 Juli 2024.

Bagi masyarakat Jawa, satu Suro dianggap hari keramat. Konon katanya, hari tersebut sangat kental dengan aura mistis, biasanya, di malam tersebut masyarakat banyak yang melakukan ritual.

Baca juga: Ketua Komisi A DPRD Surabaya Apresiasi Gerak Cepat Polrestabes Ungkap Kasus Pengeroyokan Siswa SMA

Menurut tradisi dan kepercayaan masyarakat Jawa, malam satu Suro, dimulai setelah matahari terbenam atau setelah waktu Maghrib pada hari sebelumnya, berbeda dengan penanggalan Gregorian yang dimulai pada tengah malam.

5 Pantangan yang Dilakukan saat Malam Satu Suro

1. Dilarang Keluar Rumah Malam Hari

Pada malam 1 Suro, sebagian besar orang akan memilih untuk berdiam diri di rumah, menghindari berbagai kegiatan di luar. Ada kepercayaan bila keluar rumah pada malam tersebut dapat membawa sial atau musibah.

Selain itu, ada mitos yang berkembang di masyarakat bahwa malam ini merupakan waktu di mana manusia bisa bersekutu dengan setan yang sedang mencari tumbal untuk pesugihan atau kesaktian, sehingga keluar rumah dianggap sangat berisiko.

2. Dilarang Mengadakan Hajatan

Menikah di bulan Suro, terutama pada malam satu Suro, dianggap sangat berisiko bagi kelangsungan kehidupan rumah tangga.

Mitos yang berkembang menyatakan bahwa pernikahan yang dilaksanakan pada malam ini akan berujung pada kesialan dan ketidakbahagiaan bagi pasangan tersebut.

Kepercayaan ini juga berlaku untuk hajatan atau pesta lainnya, saat malam satu Suro yang diyakini dapat menarik nasib buruk, sehingga banyak keluarga memilih untuk menunda atau menghindari menggelar acara.

Baca juga: Peringati Hari Lahir Pancasila, YBM PLN UP3 Surabaya Selatan Dorong Kesadaran Hidup Sehat Masyarakat

3. Pindah atau Membangun Bangunan

Sama seperti keluar rumah, dan menggelar hajatan, pindah atau membangun rumah pada malam satu Suro dipercaya bisa mendatangkan kesialan.

Di samping itu, ajaran dari para leluhur untuk mengisi malam satu Suro dengan introspeksi dan doa juga menjadi faktor lain mengapa sebagian masyarakat Jawa menghindari hal ini.

Mitos yang berkembang, bila nekat melanggar akan mendatangkan berbagai bencana, seperti kesehatan yang memburuk, kehilangan harta benda, atau masalah lain yang dapat menghantui mereka.

4. Dilarang Berbicara Kotor

Baca juga: Dalam Semangat Hari Lahir Pancasila, Srikandi PLN UP3 Surabaya Selatan Hadirkan Layanan Kesehatan Gratis untuk Warga Wonokromo

Masyarakat diingatkan untuk menjaga ucapan mereka, menghindari berkata kasar atau buruk. Kepercayaan yang berkembang adalah bahwa setiap perkataan atau doa buruk yang diucapkan pada malam ini memiliki potensi untuk menjadi kenyataan.

Oleh karena itu, banyak orang Jawa yang berusaha keras untuk menjaga ucapan mereka agar tetap baik dan positif, demi menghindari dampak negatif yang dipercaya bisa terjadi.

5. Dilarang Berisik

Banyak orang Jawa yang mengikuti ritual bisu, terutama di area Keraton Yogyakarta, sebagai bentuk penghormatan dan introspeksi diri. Ritual ini melibatkan berpuasa dari berbicara, serta tidak makan, minum, atau merokok sepanjang malam.

Tujuannya adalah untuk menjaga kesucian dan kesakralan malam satu Suro dari kebisingan dan gangguan, untuk menciptakan suasana yang hening dan penuh perenungan, serta memperkuat hubungan spiritual dengan alam dan makhluk gaib.

Editor : Aris S



Berita Terkait