Jawa Timur

Remaja Surabaya Tewas Diduga Dikeroyok Usai Perselisihan Sandal Crocs Rp1,5 Juta

Remaja Surabaya Tewas Diduga Dikeroyok Usai Perselisihan Sandal Crocs Rp1,5 Juta © mili.id

Mili.id — Kasus kematian remaja asal Surabaya, Thomas Julianus Kristianto (19), mulai menemukan titik terang. Polisi kini mendalami dugaan pengeroyokan yang disebut-sebut dipicu persoalan sandal bermerek Crocs yang hilang.

Peristiwa tragis yang menimpa Thomas terjadi di Jalan Manukan Yoso II, Surabaya. Korban yang baru lulus dari SMAN 11 Surabaya itu diduga menjadi korban penganiayaan oleh sejumlah temannya sendiri.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Amankan 192 Pelaku Kejahatan Jalanan dalam Dua Bulan Operasi

Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto mengatakan, kasus tersebut saat ini ditangani Unit Resmob Polrestabes Surabaya. Polisi juga telah mengamankan empat orang terduga pelaku.

“Kasus ini sekarang sedang diproses oleh Unit Resmob Polrestabes Surabaya,” ujar Hadi, Minggu (7/6/2026).

Empat orang yang diamankan masing-masing berinisial CJF, AAY, KVRL, dan RU. Meski demikian, pihak kepolisian masih belum membeberkan detail kronologi kejadian maupun peran masing-masing terduga pelaku.

Perselisihan diduga bermula dari sandal Crocs milik salah satu pelaku yang hilang. FAP, tetangga sekaligus sahabat masa kecil korban, menyebut Thomas sempat menemukan atau meminjam sandal tersebut sebelum akhirnya memicu konflik.

“Saya tahunya itu gara-gara sandal Crocs. Jadi entah korban menemukan atau meminjam, terus pelaku enggak terima dan terjadi pemukulan begitu,” kata FAP.

Keterangan serupa juga disampaikan kakak korban, Hana Novia Kristiani (32). Menurutnya, persoalan tersebut sebenarnya sudah berlangsung sejak Mei 2026.

Baca juga: Polrestabes Surabaya Ungkap Kasus Pencurian Emas, Modus Menyamar Jadi ART

Hana menjelaskan, adiknya menggunakan sandal yang ditinggalkan di rumah seorang teman. Namun setelah sandal itu hilang, pemiliknya meminta ganti rugi kepada korban.

Pihak keluarga, lanjut Hana, telah berupaya menyelesaikan persoalan secara baik-baik dengan memberikan uang pengganti sekaligus membelikan sandal baru.

“Saya sudah kasih uang untuk ganti rugi dan adik saya sudah mengganti dengan sandal baru. Jadi saya menganggap tidak ada utang piutang,” ujarnya.

Namun persoalan ternyata belum selesai. Terduga pelaku disebut masih keberatan karena menilai sandal pengganti yang dibelikan korban hanya seharga Rp 200.000 hingga Rp 300.000, sedangkan sandal yang hilang diklaim bernilai Rp 1,5 juta.

Baca juga: Satresnarkoba Polrestabes Surabaya Amankan Peredaran Sabu di Kupang Panjaan Surabaya

Hana mengaku meragukan nominal tersebut lantaran pihak pelaku tidak pernah menunjukkan bukti pembelian sandal dimaksud.

“Apakah betul Rp 1,5 juta bahkan model sandalnya saya tidak tahu. Bagaimana caranya saya percaya bahwa harga sandal tersebut Rp 1,5 juta jika tidak ada bukti dari pembelanjaan,” katanya.

Keluarga korban berharap polisi dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan memberikan hukuman setimpal kepada para pelaku sesuai hukum yang berlaku.

Editor : Redaksi



Berita Terkait