3 Bocah Ingusan di Surabaya Diciduk Polisi Karena Hendak Tawuran Bawa Sajam

3 Bocah Ingusan di Surabaya Diciduk Polisi Karena Hendak Tawuran Bawa Sajam © mili.id

Kapolsek Wonocolo Kompol M. Soleh (kiri) menunjukkan barang bukti sajam (Foto: Wendy/mili.id)

Surabaya - Tiga bocah ingusan diamankan Unit Reskrim Polsek Wonocolo karena diduga hendak tawuran menggunakan senjata tajam (sajam).

Tiga bocah ingusan itu berinisial JF (13), EA (16) dan ST (16), ketiganya warga Margorejo, Surabaya. Mereka diamankan pada Selasa (16/7/2024).

Baca juga: Eri Cahyadi Tegas Berantas Dugaan Pungli di SWK Kalijudan, Perintahkan Pengembalian Seluruh Uang Pedagang

Kapolsek Wonocolo, Kompol M Soleh mengatakan, ketiganya ditangkap saat berkonvoi membawa sajam di frontage road Jalan Ahmad Yani, Jemur Ngawinan.

Saat mereka konvoi, Tim Anti Bandit Polsek Wonocolo kebetulan melintas karena sedang melakukan kring serse rutin.

"Ketiganya belum sempat bentrok atau tawuran. Baru konvoi membawa sajam, janjian hendak tawuran dengan kelompok asal Sidoarjo di perbatasan Surabaya-Sidoarjo," terang Soleh, Rabu (17/7/2024).

Saat diamankan, tiga bocah ingusan itu tidak melakukan perlawanan. Mereka langsung digiring ke Mapolsek Wonocolo beserta barang bukti celurit dan motor, untuk menjalani penyidikan.

Hasil penyidikan, ketiganya masih berstatus pelajar SMP dan SMA. Tawuran itu hendak terjadi lantaran kedua kubu saling tantang di media sosial.

Baca juga: Drainase Tersumbat Kabel Misterius, Rumah Warga Terancam Banjir Saat Musim Hujan

"Mereka saling tantang melalui media sosial. Saat konvoi mengayun-ayunkan sajam. Itu berbahaya buat pengendara lain yang melintas," terangnya.

Mantan Kapolsek Sukolilo ini mengungkapkan, celurit yang diayunkan itu dibeli secara online. Di waktu yang bersamaan, aktivitas konvoi itu juga direkam dan rencananya akan diunggah ke media sosial mereka.

"Kelompok mereka seakan-akan superior, berlagak jagoan di jalanan mengayunkan celurit sambil direkam. Rencana kayaknya mau diunggah untuk konten," tegasnya.

Baca juga: Gerindra Pasang Badan Bela Penolakan Warga Tolak Spiritshaus Surabaya

Soleh mengimbau kepada para orangtua agar lebih perhatian kepada anaknya. Hal ini menurutnya perlu dilakukan agar sang anak tak salah dalam memilih pergaulan.

"Kami mohon para guru, masyarakat dan khususnya para orangtua agar lebih perhatian kepada anaknya. Si anak bertindak seperti itu karena salah satunya ialah faktor kurangnya perhatian," pungkasnya.

 

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait