Mengenal Rona Kincir Angka, Media Pembelajaran Bagi Anak Tunagrahita di Mojokerto

Mengenal Rona Kincir Angka, Media Pembelajaran Bagi Anak Tunagrahita di Mojokerto © mili.id

Rona Kincir Angka, Media Pembelajaran Bagi Anak Tunagrahita di Mojokerto (Foto: Nana/mili.id)

Mojokerto - Berbagai cara dilakukan pengajar murid-murid berkarakter khusus di Mojokerto agar mudah mencerna dan fokus dalam pembelajaran, utamanya dalam mengenal angka.

Salah satunya dengan inovasi media pembelajaran Kincir Angka yang terbuat dari alat sederhana, seperti kardus bekas air mineral, kertas manila, dan stik es krim.

Baca juga: Baru Bebas Tiga Bulan, Residivis Curanmor Kembali Beraksi di Empat Lokasi

Anak-anak tunagrahita yang duduk di bangku kelas III dan IV turut senang saat diajak belajar mengenali angka-angka menggunakan Kincir Angka dengan dominasi warna merah muda dan kuning.

Abi Wibawanto (10), siswa kelas IV Sekolah PK-LK Shafa, Kabupaten Mojokerto tampak antusias saat diminta gurunya memutar kincir tersebut menggunakan tangganya.

Murid dengan kondisi tunagrahita sedang ini pun lalu berusaha memfokuskan penglihatannya untuk melihat angka yang tepat berhenti di bagian bawah kincir.

Ia pun menyebutkan dengan benar angka yang berhenti tersebut.

"Itu angka 9 Bu yang di dalam itu (lorong kincir)," ucapnya bersemangat sembari menuliskan angka sebelum dan sesudah angka 9 sesuai pertanyaan sang guru, Senin (22/7/2024).

Hal itulah yang menjadi tujuan Kepala Sekolah PK-LK Shafa, Kabupaten Mojokerto Suci Irmawati untuk melakukan inovasi media pembelajaran sebelum dan sesudah urutan angka di kelas III maupun IV SLB.

Baca juga: Tergiur Ritual Penggandaan Uang, Warga Kehilangan Rp22 Juta di Mojokerto

Agar kemampuan numerisasi siswa-siswi berkebutuhan khusus meningkat, juga melatih keseimbangan motorik, dan daya fokus anak-anak.

"Tahap pengenalan sudah di kelas I dan II, nah untuk konsep sebelum dan sesudah urutan angka kita aplikasikan di kelas III dan IV. Menggunakan media sederhana dari kardus berkas," ujar Suci pada mili.id.

Menurut Suci, keberhasilan pembelajaran menggunakan media Kincir Angka ini bagi anak-anak tunagrahita sedang, bisa mencapai 60 persen dalam pengenalan sebelum dan sesudah.

Di mana 1 sampai 6 kali pemberian materi Kincir Angka, anak-anak tunagrahita tersebut bisa mengenal angka sesudah dan sebelum.

Baca juga: Pemkot Mojokerto Gandeng 30 Penyedia Makan Minum, Harga Nasi Kotak Ditetapkan Lewat Kontrak Payung

"Kalau di tunagrahita 50 sampai 60 sudah bagus. Dan kalau untuk tunagrahita sedang atau tidak berat bisa mencapai 60 persen (keberhasilan pembelajaran)," imbuhnya.

Suci menambahkan, media Kincir Angka sendiri tidak hanya diperuntukkan untuk anak-anak SLB. Tapi juga bisa dimanfaatkan di lingkungan sekolah Taman Kanak-kanak (TK) dalam pengenalan angka.

"Alat ini juga sebenarnya bisa digunakan untuk media pembelajaran di TK, sebagai bahan pengenalan angka. Tapi kalau di SLB memang peruntukannya untuk ke III dan IV," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait