Permintaan Maaf Presiden Jokowi di Penghujung Masa Jabatannya

Permintaan Maaf Presiden Jokowi di Penghujung Masa Jabatannya © mili.id

Presiden Jokowi dalam Sidang Tahunan MPR RI (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Jakarta - Presiden Jokowi meminta maaf dalam pidato kenegaraan di penghujung masa jabatannya.

Masa jabatan Presiden Jokowi dan Wapres Ma'ruf Amin akan berakhir pada 20 Oktober 2024. Jokowi sendiri, menjadi presiden dua periode sejak 2014 hingga 2024.

Baca juga: Pidato Presiden Prabowo Disambut Antusias DPRD Jatim

Jokowi-Ma'ruf Amin akan digantikan Presiden-Wakil Presiden RI terpilih Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Dalam pidatonya, Presiden Jokowi meminta masyarakat membukakan pintu maaf bila pemerintahannya bersama Wapres Ma'ruf Amin selama 5 tahun terakhir belum maksimal.

"Di penghujung masa jabatan ini, izinkan saya menyampaikan suara nurani terdalam kepada bapak, ibu, saudara-saudara sebangsa dan se-Tanah Air, kepada seluruh rakyat Indonesia, tidak terkecuali satu pun," ungkap Presiden Jokowi dikutip mili.id dari siaran langsung YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (16/8/2024).

"Saya dan Prof. Dr. (H.C.) Kiai Haji Ma'ruf Amin mohon maaf. Mohon maaf untuk setiap hati yang mungkin kecewa, untuk setiap harapan yang mungkin belum bisa terwujud, untuk setiap cita-cita yang mungkin belum bisa tergapai. Sekali lagi, kami mohon maaf," tambahnya.

Baca juga: Puji Pendahulu dan Pendiri Bangsa, LaNyalla: Prabowo Konsisten dengan Prinsipnya

Menurut Presiden Jokowi, dirinya dan Wapres Ma'ruf Amin serta Kabinet Indonesia Maju sudah berusaha bekerja maksimal untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

"Ini adalah yang terbaik, yang bisa kami upayakan bagi rakyat Indonesia, bagi bangsa dan negara Indonesia," ujarnya.

"Saya tahu bahwa hasil yang kita capai pada saat ini belum sepenuhnya tuntas mencapai hasil akhir, belum sepenuhnya sesuai dengan harapan dan keinginan bapak ibu semua," sambung Presiden Jokowi.

Baca juga: Pujian Prabowo untuk 7 Presiden Indonesia Pendahulunya

Namun, Presiden Jokowi yakin dengan persatuan dan kerja sama serta keberlanjutan yang terjaga, Indonesia sebagai negara yang kuat dan berdaulat akan mampu menggapai Indonesia Emas 2045.

"Dirgahayu Republik Indonesia. Dirgahayu Negeri Pancasila. Merdeka... Merdeka... Merdeka," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait