Desa Agrowisata Belimbing Ngringinrejo, Bojonegoro Fokus Mencetak Petani Milenial

Desa Agrowisata Belimbing Ngringinrejo, Bojonegoro Fokus Mencetak Petani Milenial © mili.id

Agrowisata Belimbing di Desa Ngringinrejo, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro (Foto: Dok. mili.id)

Bojonegoro - Desa Agrowisata Belimbing Ngringinrejo, Bojonegoro kini sedang fokus mencetak para petani milenial.

Kepala Desa Ngringinrejo, Endang Sri Wigati menyebut bahwa petani milenial sangat diperlukan agar agrowisata belimbing bisa tetap bertahan, bahkan berkembang.

Baca juga: Pemkab Bojonegoro dan Tim Gabungan Gencarkan Operasi Cukai Ilegal di Baureno

"Jadi edukasi terus kami lakukan agar di desa kami ini bisa mencetak para petani milenial," ujar Endang ketika ditemui mili.id, Minggu (25/8/2024).

Desa Ngringinrejo yang berada di Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro, Provinsi Jawa Timur tersebut memiliki lahan 20,4 hektar untuk agrowisata belimbing.

Menurut Endang, semua lahan yang dimanfaatkan untuk agrowisata belimbing tersebut melibatkan 100 petani dalam 3 kelompok tani (poktan) di desanya. Sedangkan agrowisata, dikelola oleh kelompok sadar wisata (pokdarwis).

Kepala Desa Ngringinrejo, Endang Sri Wigati mendampingi Gubernu Jatim Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu (Foto: Dok. Desa Ngringinrejo)Kepala Desa Ngringinrejo, Endang Sri Wigati mendampingi Gubernu Jatim Khofifah Indar Parawansa beberapa waktu lalu (Foto: Dok. Desa Ngringinrejo)

"Kami juga terus memberdayakan ibu-ibu PKK untuk membuat olahan dari buah belimbing, berdasarkan pesanan," tambahnya.

Sederet olahan dari buah belimbing yang dikerjakan ibu-ibu PKK meliputi sirup belimbing, sari belimbing, dodol belimbing, manisan belimbing, bahkan selai belimbing.

"Untuk olahan ini kami masih berdasarkan pesanan. Karena untuk masa expired, kami belum bisa. Nah, untuk masa expired dari olahan buah belimbing ini masih kami perjuangkan, agar nantinya kami bisa memproduksinya secara massal," papar Endang.

Dia menyampaikan, pasca Pandemi Covid-19, kunjungan di agrowisata desanya sudah mulai kembali normal.

Saat ini, untuk masuk ke agrowisata hanya dibandrol Rp3 ribu. Untuk biaya parkir bus Rp20 ribu, mobil Rp5 ribu, motor Rp3 ribu.

Setelah di dalam, pengunjung bisa memetik sendiri atau pun membeli langsung di lapak-lapak yang sudah disediakan.

Baca juga: Wakil Bupati Bojonegoro : ASN Harus Bisa Membaca Data

"Harganya sesuai dengan berat timbangan," ungkap dia.

Selain itu, di agowisata juga sudah ada beberapa wahana, mulai rumah pohon, kereta listrik, ontang anting, aula untuk pertemuan, hingga deretan PKL.

Kepala Desa Ngringinrejo, Endang Sri WigatiKepala Desa Ngringinrejo, Endang Sri Wigati

"Agrowisata Belimbing ini merupakan salah satu unit BUMDES yang dikelola Pokdarwis," sambung Endang.

Selain agrowisata, BUMDES juga memiliki unit pompanisasi dan simpan pinjam.

"Dan saat ini, kami merencanakan satu unit lagi, yaitu HIPPAM (Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum)," ulas Endang.

Baca juga: Wabup Bojonegoro Hadiri Sedekah Bumi Panen Raya di Desa Kesongo

Sejarah Singkat Berdirinya Agrowisata Belimbing

Endang membeberkan bahwa pohon belimbing mulai ditanam sekitar Tahun 1984 oleh para tokoh desa.

Kala itu, para petani selalu gagal panen akibat banjir yang kerap melanda. Namun setelah ada tokoh yang menanam pohon belimbing, pohonnya justru tumbuh subur dan berbuah lebat meski terendam banjir.

"Saat itulah banyak pohon belimbing yang ditanam dan warga bisa merasakan hasil panennya. Barulah pada Tahun 2010-an, desa kami dikenal dengan budidaya belimbing," ungkap dia.

Karena keberhasilan tersebut, seluruh warga desa memanfaatkan lahannya untuk budidaya belimbing, hingga terbentuklah agrowisata.

"Alhamdulillah dengan agrowisata ini, ekonomi warga kami meningkat," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait