Gerombolan Pemotor Beraksi di Jember, Diduga Rusak Mobil dan Bikin Warga Takut

Gerombolan Pemotor Beraksi di Jember, Diduga Rusak Mobil dan Bikin Warga Takut © mili.id

Mobil yang diduga dirusak gerombolan pemotor di Jember (Foto: Atta Hatta/mili.id)

Jember - Gerombolan pemotor di Jalan Gajah Mada, Kecamatan Kaliwates, Kabupaten Jember meresahkan warga.

Dalam video yang tersebar, di antara remaja yang konvoi motor itu diduga membawa tombak dan batu.

Baca juga: Aston Jember Sajikan Sensasi Street Food Jepang Autentik

Mereka juga diduga merusak mobil yang melintas, yaitu sedan Honda Civic, serta membuat warga sekitar ketakutan.

Informasi yang diperoleh mili.id, peristiwa terjadi sekitar pukul 22.00 WIB, Minggu (22/9/2024).

"Mereka memukuli mobil Honda Civic. Ada yang bawa tombak ujungnya runcing sekitar 1,5 meter dan ada yang membawa batu besar. Mobil dilempari," ungkap YS (28), asal Kecamatan Sumbersari, Senin (23/9/2024).

Menurut YS, mobil itu awalnya melaju dari arah double way GOR Kaliwates menuju barat.

"Tiba-tiba didekati gerombolan anak muda itu. Totalnya sekitar 20 orang. Setelah memukuli dan merusak mobil, mereka pergi dan bilang katanya mau kumpul di sekitaran lampu merah Argopuro," tambahnya.

Meski tidak mengalami luka, pengemudi mobil dan seorang penumpangnya tampak shock dan ketakutan.

Baca juga: Partisipasi Peserta dari 16 Kota di Jawa dan Bali di Event Tahunan Aston Jember

"Alhamdulillah tidak terluka. Pucat wajahnya ketakutan, umurnya masih muda sama kayak yang melakukan perusakan, masih umur SMP-SMA gitu. Mereka keluar dari mobil, setelah gerombolan itu pergi," papar YS.

Sejumlah polisi dari Tim Alap-Alap Satsamapta Polres Jember datang ke TKP.

Terpisah, Kapolres Jember, AKBP Bayu Pratama menyebut bahwa anggotanya tidak menemukan senjata tajam (sajam) di lokasi.

"Setelah kita telusuri, ternyata itu bukan sajam dan tidak ada sajam yang ditemukan atau pun korban," terang Bayu.

Baca juga: Ketua MAKI Jatim Apresiasi Pemenang Kompetisi Fun Run 5K di Jember

Terkait perusakan mobil, Bayu menyampaikan bahwa belum ada pihak yang membuat laporan.

"Ada informasi bahwa gerombolan pemuda itu sempat melakukan perusakan mobil. Tapi sampai hari ini, kita tunggu tidak ada pihak maupun masyarakat yang melaporkan," bebernya.

Untuk memastikan keamanan warga, Bayu telah memerintahkan seluruh jajarannya untuk meningkatkan patroli di jam rawan, baik malam maupun sore.

"Kejadian semalam hanya kegiatan spontanitas yang mungkin mengganggu ketertiban masyarakat lainnya, sehingga dilakukan antisipasi oleh jajaran Samapta kita," tandasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait