Siswi SMP di Surabaya Diperkosa Temannya, Aksi Direkam lalu Disebarkan

Siswi SMP di Surabaya Diperkosa Temannya, Aksi Direkam lalu Disebarkan © mili.id

Surabaya - Siswi salah satu SMP Negeri di Surabaya disetubuhi oleh teman lelakinya sendiri berinisial R yang masih seumuran namun beda sekolah. Mirisnya, aksi persetubuhan itu direkam oleh terlapor dan disebarluaskan.

SL (34) ibu kandung korban mengatakan, anaknya yang tinggal di Tegalsari awalnya berkenalan dengan terlapor yang sekolah di salah satu SMP swasta dan tinggal di wilayah Tandes lewat media sosial.

Seiring berjalannya waktu, keduanya semakin dekat dan intens berkomunikasi lewat ponsel, hingga keduanya bertemu dan pergi jalan-jalan ke Jalan Tunjungan, pada tanggal 15 Juli 2024 lalu.

"Kalau kata anak saya awalnya diajak keluar ke Jalan Tunjungan. Mereka kemudian berantem dan anak saya diajak pulang ke rumah terlapor," katanya, Kamis (3/10/2024).

Sesampainya di rumahnya terlapor, kata SL, R mengajak korban berhubungan intim selayaknya suami istri. Korban lantas menolak. Oleh terlapor, korban diancam sehingga dengan terpaksa ia menuruti kemauan terlapor.

"Anak saya diancam kalau tidak mau dia disuruh pulang naik ojek online. Karena saat itu anak saya tidak pegang uang akhirnya anak saya terpaksa (mengikuti kemauan terlapor)," imbuhnya.

Menurut pengakuan korban kepada SL, aksi rudapaksa itu direkam oleh terlapor. Tujuannya sebagai bahan ancaman supaya korban mau menuruti nafsu bejat terlapor terus menerus.

Seiring berjalannya waktu, terlapor kembali mengajak korban untuk berhubungan intim, namun menolak. Tak pelak, video rudapaksa itu disebarluaskan dan menyebar di kalangan sekolah korban.

Karena malu, korban bahkan trauma sampai tidak mau masuk sekolah. Kini, korban sudah dipindah dari sekolah yang lama. Namun, pindah sekolah rupanya bukanlah jalan keluar.

Korban juga mendapat perundungan di lingkungan sekolah barunya. Sehingga SL, akhirnya memutuskan untuk terus mendampingi korban ke sekolah agar tetap kuat.

"Setelah pindah sekolah, anak saya jadi korban bully juga. Kemarin dari pihak Pemkot Surabaya sudah mendatangi sekolah agar bisa mengontrol murid-muridnya," ungkapnya.

Atas peristiwa itu, korban sudah melapor ke Polrestabes Surabaya pada Kamis (25/7/2024), laporan itu terigestrasi dalam nomor LP/B/714/VII/2024/SPKT/POLRESTABES SURABAYA/POLDA JAWA TIMUR.

Dikonfirmasi terpisah, Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Haryoko Widhi menjelaskan, kasus ini sudah ditangani Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya.

"Benar, kasus itu sedang ditangani Unit PPA Satreskrim Polrestabes Surabaya, dan saat ini sudah masuk ke tahap penyidikan," pungkasnya.

Baca juga: Eri Cahyadi Ancam Tutup Usaha Bandel Soal Pajak Dan Parkir

Editor : Achmad S



Berita Terkait