Tangkapan layar video pembubaran kegiatan senam sehat emak-emak Kampanye Paslon 01 Hendy-Gus Firjaun. (Tim Kampanye 01 for Mili.id)
Jember - Aksi pembubaran kegiatan senam 200 an emak-emak Oleh Kepala Desa Semboro, Antoni, di lapangan Desa/Kecamatan Semboro, Jember, Jumat pagi (4/10/2024) kemarin, ditanggapi Cawabup nomor urut 01 Muhammad Balya Firjaun Barlaman (Gus Firjaun).
Gus Firjaun mengimbau relawan dan pendukungnya untuk tidak melakukan tindakan balasan pasca pembubaran acara senam sehat bertajuk olahraga bersama Cabup Nomor Urut 01 Hendy Siswanto itu diketahui merupakan acara kampanye di wilayah setempat.
Baca juga: BNI Sudah Laporkan Kasus KUR Jember 441 M Sejak 2024
Gus Firjaun juga menegaskan agar relawan dan pendukungnya untuk tetap taat regulasi dan aturan, juga tetap menjaga situasi Pilkada Serentak 2024 tetap kondusif.
"Ketika sudah ada regulasi, tapi kemudian ada yang menghambat, artinya ini kan tidak fair. Kita tetap taat aturan dan regulasi," kata Gus Firjaun saat dikonfirmasi disela kegiatan kampanyenya oleh sejumlah wartawan, Minggu (6/10/2024).
Untuk itu Gus Firjaun menekankan kepada seluruh tim, relawan, dan sebagainya untuk patuhi aturan. Selama berpijak pada aturan, diyakini Gus Firjaun kemenangan akan berpihak.
"Tidak perlu melakukan aksi balasan, tidak usah dibalas. Kalau kita balas kan tidak ada bedanya," tegasnya.
Diungkapkan Gus Firjaun ada sebuah prinsip, yakni berbuat baiklah kepada orang yang baik kepada kita, dan berbuat baiklah yang berbuat jelek kepada kita.
"Ini prinsip yang harus dipegang, kita balas dengan kebaikan," imbuhnya.
Sedangkan sosok kepala desa yang diduga tidak taat regulasi dan aturan, diminta Gus Firjaun, untuk bersikap netral dan bijaksana.
Baca juga: Kejati Jatim Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi KUR BNI Jember, Kerugian Negara Capai Rp41,4 Miliar
"Seharusnya (kepala desa) menunjukkan (taat) regulasi, tapi malah otoriter. Harusnya seorang pemimpin ini kan mengayomi, apalagi Kontestasi (pilkada) ini adalah sebuah hal yang lumrah. Jangan takut kalah kemudian melakukan hal-hal yang tidak baik," ujar Gus Firjaun.
Menurut Gus Firjaun ketika sudah ada perizinan yang dilakukan, kemudian membubarkan, menurutnya hal itu ingin menunjukkan sosok penguasa, atau raja kecil.
Terpisah menanggapi sikap yang dinilai arogansi dari Kades Semboro Antoni, Juru Bicara Tim Pemenangan Paslon 1 Widarto mengatakan, jika relawan yang mengadakan olahraga senam sudah mengikuti mekanisme aturan.
"Sebelumnya sudah memberitahukan dan minta izin, dan ada suratnya itu. Termasuk surat dari kades jelas itu. Menanggapi permohonan izin dari relawan, dan (Kades) diputuskan tidak memberikan izin. Ada isi suratnya yang singkat dari kepala desa," kata Widarto.
Menurut pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPC PDI Perjuangan Jember itu, jika disampaikan tidak ada izin. Hal itu tidak benar.
Baca juga: AstonRun 2026 Perkuat Jember Sebagai Destinasi Sport Tourism
"Kita sudah meminta izin kepada kepala desa. Lokasi juga di lapangan, dan jauh dari hal-hal yang memungkinkan terjadi chaos serta lain sebagainya," ucap Widarto.
Saat kegiatan senam sehat tersebut, lebih lanjut kata Widarto, wilayah Kecamatan Semboro adalah zona kampanye Paslon 01 saat itu. Sehingga diperkenankan dilakukan kampanye di wilayah tersebut.
Dengan dibubarkannya kegiatan senam emak-emak itu, Widarto menuding ada keberpihakan kades terhadap paslon lain.
"Maka titik kesimpulan kami, bahwa kepala desa ada keberpihakan," ujarnya.
Editor : Aris S
