Kasi Humas Polrestabes Surabaya, AKP Rina Shanty Nainggolan (Foto: Wendy/mili.id)
Surabaya - Pengaduan SMA Kristen Gloria 2 Surabaya terkait ancaman dengan kekerasan, langsung diterima diterima polisi.
Aduan itu dibuat, karena keributan atas datangnya orangtua salah satu siswa SMA Cita Hati, membuat siswa-siswi dan wali murid SMA Gloria 2 Surabaya ketakutan.
Baca juga: Warga Barata Jaya Tolak Spiritshaus, Satpol PP Ancam Segel Gerai Ilegal
Pengaduan itu dibenarkan Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Rina Shanty Nainggolan, saat dikonfirmasi milikindonesia.id.
"Ada pengaduan, mas. Hanya pengaduan," ujar Rina, Selasa (29/10/2024) pagi.
Sementara Konsultan Hukum SMA Kristen Gloria 2 Surabaya, Sudiman Sidabukke mengatakan, aduan yang dibuat pada Senin (28/10/2024) kemarin langsung diterima.
Baca juga: DPRD Desak Pemkot Dengarkan Penolakan Warga Terhadap Spiritshaus Barata Jaya
"Surat tanda bukti laporan atau pengaduan sudah ada, mas. Langsung diterbitkan kemarin," beber Sudiman.
Surat tanda terima laporan/pengaduan masyarakat itu bernomor LPM/1121/X/2024/SPKT/POLRESTABES SURABAYA.
Baca juga: Dafam Pacific Caesar Surabaya Hadirkan "The Late Shift", Sajikan Pengalaman Kuliner Larut Malam
Pengadu merupakan seorang guru berinisial LSP. Dia mengadukan Ivan dan kawan-kawannya atas ancaman dengan kekerasan.
Pengadu mengaku mendapat makian dan konfrontasi dari teradu. Selain itu, LSP juga mendapat kontak fisik berupa dorongan dari rekan teradu.
Editor : Narendra Bakrie
