Dirut Mili.id Silaturahmi ke PWI Jatim

Dirut Mili.id Silaturahmi ke PWI Jatim © mili.id

Dirut Mili.id M Fatoni ditemui Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim dan Wakil Ketua Bidang Kerjasama, Sokip.(redaksi)

Surabaya - Direktur Utama (Dirut) PT Mili Media Nusantara, Moch Fatoni bersilaturahmi dengan sejumlah wartawan senior Surabaya, di Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Timur, di Jalan Taman Apsari, Surabaya, Jumat (22/11/2024).

Fatoni sebagai nahkoda seluruh awak mili.id disambut hangat oleh Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim dan Wakil Ketua Bidang Kerjasama, Sokip, serta ditemui sejumlah wartawan senior.

Baca juga: Eri Cahyadi Ancam Tutup Usaha Bandel Soal Pajak Dan Parkir

"Matur nuwun atas sambutan hangatnya para pengurus PWI Jatim dan seluruh wartawan senior," ungkap Fatoni yang ketika itu didampingi Pemred mili.id, Aris Setyoadji.

Dirut Mili.id M Fatoni bersama pengurus PWI Jatim.(redaksi)Dirut Mili.id M Fatoni bersama pengurus PWI Jatim.(redaksi)

Fatoni berharap dirinya mendapatkan banyak masukan-masukan agar mili.id dapat lebih baik ke depannya khususnya dalam penyajian ragam pemberitaan.

Dalam obrolan santai tersebut, Lutfil Hakim menyampaikan jika mili.id diharapkan bisa menjadi media massa siber yang sehat, cerdas, dan berwibawa.

Baca juga: Dengan Semangat Kemerdekaan RI, PLN Gencarkan Promo Tambah Daya 50 Persen di Darmo Free Day

Dalam kesempatan itu, Lutfil Hakim mengajak para insan pers utamanya yang tergabung dalam PWI Jatim terus memperhatikan hal tersebut.

"Karya jurnalistik yang disajikan harus cerdas, karena bertugas memberikan bimbingan kepada masyarakat, memberikan penerangan dan konfirmasi di tengah ruang publik," kata Lutfil

Lutfil menambahkan sebagai insan pers, redaksi Mili.id harus menjaga kompetensi, menjaga niat baik dalam berkarya serta etika.

Baca juga: Pedagang Bendera Merah Putih Mulai Ramai di Surabaya Jelang HUT ke-81 RI

Masih menurut Lutfi, hal ini termasuk kompeten sebagai pihak untuk kontrol sosial, dan kritis tetap diperlukan dalam semangat membangun.

"Maka, pers harus independen, harus obyektif, tidak menjaga jarak tapi pers harus betul-betul menunjukkan pada publik tentang kebenaran berita," pungkasnya.

Editor : Aris S



Berita Terkait