Sederet Fakta dalam Rekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Surabaya

Sederet Fakta dalam Rekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Surabaya © mili.id

Tersangka Andy memperagakan adegan dalam rekonstruksi (Foto: Wendy/mili.id)

Surabaya - Sederet fakta terungkap dalam rekonstruksi pembunuhan ibu dan anak yang digelar di TKP Jalan Putat Indah Timur, Sukomanunggal, Surabaya, Kamis (5/12/2024).

Rekonstruksi itu digelar Penyidik Unit Reskrim Polsek Sukomanunggal bersama Tim Inafis Polrestabes Surabaya, dengan menghadirkan tersangka Andy Surotrinoto (72).

Baca juga: 832 Usaha di Surabaya Belum Kantongi Izin Parkir, Pemkot Percepat Penertiban

Sedangkan kedua korban, yaitu Sundari Hartatik (62), adik kandung tersangka dan Chyntia Kartika (34), keponakan tersangka, diperankan peran pengganti.

Kapolsek Sukomanunggal, Kompol Zainur Rofik mengatakan, dalam rekonstruksi, tersangka Andy memperagakan 31 adegan.

Terungkap bahwa tidak terjadi cekcok antara korban Sundari Hartatik dengan tersangka.

"Sesuai dengan yang saya sampaikan, bahwa dalam rekonstruksi itu tidak ada cekcok. Tapi dulunya tersangka sakit hati karena diejek," jelas Rofik.

Baca juga: Pemkot Surabaya Perketat Penertiban Parkir Usaha, Area Tanpa Izin Disegel

Memasuki adegan kelima, tersangka yang sebelumnya mengitari korban tiba-tiba menggeluarkan pisau dalam tas yang dirangkap dengan jaket yang digunakan saat itu.

"Jadi sesuai dengan rekonstruksi adegan kelima, korban Sundari ini digorok ya dari belakang, dibekap lalu digorok," paparnya.

Saat itu, saksi Agus Tjahjono Anggono yang berada di teras itu mendengar teriakan korban. Ia lalu masuk dan berusaha melerai dengan mendorong tersangka, untuk menjauhkan dia dari korban.

Baca juga: Warga Barata Jaya Tolak Spiritshaus, Satpol PP Ancam Segel Gerai Ilegal

"Lalu keponakannya itu berusaha melerai juga. Karena sudah sakit hati, dijadikan sasaran juga oleh tersangka," terangnya.

Dalam reka adegan kesembilan, Chyntia yang berusaha memegangi tangan tersangka itu diduga kalah tenaga. Sehingga, ia menikam Chyntia di beberapa bagian tubuhnya.

"Jadi untuk ibunya, itu di leher. Keponakannya itu ada delapan titik tusukan, di dada ada dua, belakang kepala dua sebelah telinga, di kepala belakang dua dan ada sayatan di tangan kanan-kiri," pungkasnya.

Editor : Narendra Bakrie



Berita Terkait