Mahasiswa ITS Ciptakan Matras Cerdas Pendeteksi Sleep Apnea (Foto: ITS for mili.id)
Surabaya, mili.id - Tim mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan inovasi SleepCare, matras nonkontak pendeteksi sleep apnea.
Salah satu penggagas SleepCare, Mu'afa Ali Syakir menjelaskan bahwa sleep apnea merupakan gangguan tidur yang terjadi akibat terhalangnya saluran pernapasan.
Baca juga: DPRD Surabaya Ingatkan Hepatitis B Ancam Nyawa Tanpa Gejala
Kondisi ini dapat menjadi masalah serius karena menyebabkan tubuh kekurangan oksigen. Sayangnya, hingga saat ini alat pendeteksi sleep apnea yang sudah ada relatif mahal dan dirasa kurang nyaman bagi pengguna.
Dengan menghadirkan SleepCare yang terintegrasikan dengan teknologi, alat ini mengombinasikan pemrosesan sinyal canggih dan machine learning untuk mendeteksi sleep apnea secara efektif.
"Penggunaannya sangat mudah, pengguna hanya perlu berbaring di atas matras," jelas ketua tim perancang SleepCare ini, Selasa (31/12/2024).
Mu'afa menyebut bahwa sinyal fisiologis pengguna akan direkam menggunakan sensor non kontak yang terintegrasi pada matras.
Matras ini dibuat dari kain berbahan nylon silver, bahan konduktif yang dilengkapi elektroda positif dan negatif beserta ground untuk menangkap sinyal listrik jantung atau elektrokardiografi (ECG).
Setelah itu, sinyal yang ditangkap oleh sensor akan diteruskan pada sistem instrumentasi ECG untuk mengolah sinyal listrik jantung.
Pada proses ini, pengolahan sinyal ECG memanfaatkan algoritma Discrete Wavelet Transform (DWT) yang akan dianalisis berdasarkan interval waktu denyut jantung, frekuensi sinyal yang ditangkap, dan pola ketidakteraturan detak jantung.
SleepCare juga memanfaatkan sinyal suara mekanis jantung (PCG) yang direkam melalui sensor piezoelektrik pada matras. Dengan metode Shannon Envelope, alat ini akan mendeteksi sinyal first heart sound (S1) dan second heart sound (S2) untuk menganalisis pola detak jantung beserta variabilitasnya.
"Dengan pengolahan kedua sinyal tersebut, sleep apnea dan kualitas tidur pengguna dapat diukur," tambah dia.
Data yang telah diekstraksi akan dianalisis menggunakan model Artificial Neural Network (ANN) untuk menghasilkan prediksi secara tepat waktu. Hasil analisis ini dapat diakses melalui situs web SleepCare, di mana pengguna juga dapat melihat data kualitas tidur mereka.
"Pengguna dapat memantau informasi ini dengan mudah melalui website kami," sambung mahasiswa angkatan 2021 tersebut.
SleepCare juga dilengkapi fitur unggulan berupa autodialer. Jika alat mendeteksi ketidaknormalan seperti jeda napas atau pola jantung yang menunjukkan potensi bahaya, autodialer secara otomatis menghubungi kontak darurat pengguna.
"Fitur ini dirancang untuk memastikan bahwa pengguna mendapatkan bantuan tepat waktu dalam situasi yang berpotensi mengancam jiwa," papar dia.
Dibimbing oleh dosen Nada Fitrieyatul Hikmah, tim ini berharap dapat mengembangkan teknologi rancangannya lebih lanjut.
Ke depannya, tim ini berencana untuk bekerja sama dengan produsen alat kesehatan dan institusi terkait guna melakukan standarisasi serta komersialisasi SleepCare agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Berkat inovasi ini, Mu'afa bersama empat anggota timnya, yaitu Isabelle Jessica Tjilaksana (Teknik Biomedik 2021), Firza Aji Zunaarta (Teknik Biomedik 2021), Faiq Dafa Rasheeda (Teknik Biomedik 2021), dan Nehemy Davis Suryanto (Teknik Biomedik 2022) menyabet prestasi membanggakan.
Tim ini sukses meraih juara II kategori Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta (PKM-KC) subkategori Presentasi pada ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) 2024.
"Sleep better, dream higher menjadi moto kami untuk terus berinovasi," pungkas Mu'afa.
Editor : Narendra Bakrie
