Tangakapan layar CCTV terduga pelaku penipuan bermodus top up dengan menjaminkan ponselnya di Surabaya
Surabaya, mili.id - Penipuan top up dengan modus menjaminkan ponsel terjadi di sebuah konter di Surabaya.
Kasus tersebut dialami Charisul Azri (34), pemilik konter di Jalan Raya Darmo Indah, Tandes, Surabaya. Ia mengaku menjadi korban modus seperti itu.
Baca juga: Bayi Ditemukan di Toilet Kereta Sancaka, KAI Koordinasi dengan Polisi
Korban bercerita, pada Sabtu (4/1/2025) sekitar pukul 10.43 WIB, datang seorang pria tak dikenal ke konternya. Pria sendirian itu meminta top up OVO senilai Rp1 juta.
Konter saat itu sedang dijaga adiknya yang berinisial PR (17). Karena konter hanya memiliki uang Rp800 ribu, PR mengutarakannya, dan pria tersebut mengiyakan.
"Pelaku minta top up OVO Rp1 juta. Di konter kebetulan adik saya yang jaga, itu cuma ada Rp800 ribu. Jadinya di-top up Rp800 ribu," jelas korban, Rabu (8/1/2025).
Baca juga: Gerak Cepat Anas Karno, Keluhan Air Bersih Langsung Ditindaklanjuti
Ketika top up berhasil, pelaku kemudian berdalih dompetnya ketinggalan. Sebagai jaminan, ia meninggalkan ponsel Oppo A3S, ponsel keluaran Tahun 2018 yang kini harga barunya tidak sampai Rp1 juta.
"Pelaku kemudian menjaminkan sebuah HP Oppo A3S. HP dalam kondisi menyala tapi terkunci dan tanpa SIM card. Alasannya, dompetnya ketinggalan," beber korban.
Atas kejadian itu, korban mengaku merugi sebesar Rp800 ribu. Kasus ini belum dilaporkan ke polisi.
"Untuk bukti video CCTV tidak punya mas, masih diurusin admin Pulsa 21. Saya cuma punya foto pelaku di CCTV. Belum (melaporkan ke kepolisian)," tandasnya/
Hingga kini pelaku belum mengambil ponsel jaminan yang ditinggalnya di konter tersebut.
Editor : Narendra Bakrie
