Lokasi ledakan elpiji yang menewaskan dua orang, dan merusak rumah sekitarnya. Foto : (nana/mili.id)
Mojokerto, mili.id - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sepuluh rumah warga terdampak ledakan di Desa Sumolawang, Kecamatan Puri, Kabupaten Mojokerto, Senin (13/1/2025).
Dua rumah rusak berat, salah satunya milik Aipda Maryudi dan Kodi, suami Luluk Sudarwati korban meninggal dunia.
Baca juga: Residivis Curanmor Ditangkap Saat Berburu Target, Polisi Ungkap Empat Lokasi Aksi Pelaku
Sedangkan, delapan rumah lainnya mengalami kerusakan sedang hingga ringan. Yakni milik Khoirul, Ahmad Mulyono, Wiwik, Doni, Warsono, Parsi, Sugianto, dan Kusnadi.
"Sepuluh rumah, dua rusak berat, dua rusak sedang, dan enam rusak singan," ujar Sadillah Kabid Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Kabupaten Mojokerto di lokasi pada mili.id.
Kini pihaknya masih menunggu hasil penyidikan lebih lanjut dari kepolisian, terkait intervensi bantuan dari pemda terhadap rumah warga terdampak peristiwa ledakan.
Baca juga: Kapolres Mojokerto Kota Ajak Ojol, PKL dan Tukang Becak Jadi Mitra Menjaga Kondusivitas Kota
Ledakan hebat ini juga menyebabkan, ibu dan balita meninggal dunia. Yakni, Luluk Sudarwati (40) dan Kaffa (2) yang juga merupakan keponakan dari istri pemilik rumah Aipda Maryudi.
"Menunggu (intervensi bantuan) hasil dulu (rekonstruksi kepolisian). Hasilnya kalau dimasukkan bencana maka BPBD bisa membuka intervensi penanganan penanggulangannya," imbuhnya.
Baca juga: Polres Mojokerto Kota Antisipasi Dini Peredaran Vape Narkoba, Gandeng Vape Store hingga Sekolah
"Tapi jika tidak, maka dicarikan opsi lain, dan itu harus ada penetapan kasus kondisi mendesak. Dan ini saya kira ini layak kondisi mendesak," imbuhnya.
Kini BPBD Kabupaten Mojokerto telah menyalurkan terpal sebanyak 15 lembar untuk penanganan darurat rumah yang mengalami kerusakan akibat ledakan tersebut.
Editor : Aris S
